KaltimKutai TimurOlahraga

Sikapi Dinamika MI Kutim, Haji Zulkarnain Tuntaskan Polemik “Jangan Bicara Masa Lalu, Fokus Atlet dan Porprov”

430
×

Sikapi Dinamika MI Kutim, Haji Zulkarnain Tuntaskan Polemik “Jangan Bicara Masa Lalu, Fokus Atlet dan Porprov”

Share this article

​SANGATTA — Ketua Harian Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia (MI) Kalimantan Timur, Haji Zulkarnain, menegaskan bahwa dinamika internal yang sempat membayangi kepengurusan Muaythai Kabupaten Kutai Timur telah resmi usai. Ia meminta seluruh pihak menghentikan polemik masa lalu dan mengalihkan fokus penuh untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang.

​Pernyataan ini disampaikan Zulkarnain menanggapi jejak riwayat kepengurusan MI Kutim yang sempat dibekukan. Menurutnya, langkah tegas Pengprov MI Kaltim dalam menunjuk caretaker hingga mengawal Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Muskablub) merupakan mekanisme organisasi demi mengembalikan legalitas dan kepastian pembinaan atlet.

​Pembenahan tersebut makin solid lewat Pengukuhan Pengurus Kabupaten (Pengkab) MI Kutai Timur Periode 2026–2030 di Hotel Zenova Royale Sangatta, Sabtu (5/9/2026), yang menetapkan Alief Fahreza Bulang sebagai Ketua Umum definitif.

​”Kita jangan lagi bicara ke belakang soal kenapa ada pembekuan atau Plt. Mari bicara ke depan. Yang utama, persoalan ini sudah diselesaikan secara organisatoris kita arahkan musyawarahnya, tetapkan caretaker, dan alhamdulillah pengurus definitif resmi dikukuhkan,” tegas Haji Zulkarnain.

​Mantan Pemimpin Redaksi Samarinda Pos ini menilai, konflik internal yang berlarut-larut hanya akan mengorbankan masa depan para atlet. Karena itu, ia meminta jajaran pengurus baru di bawah kepemimpinan Alief Fahreza Bulang segera merampungkan struktur organisasi dan melangkah menjalankan program kerja.

​Zulkarnain mengimbau agar atlet tidak diseret ke dalam arus dinamika pengurus. Menurutnya, fokus atlet tidak boleh terpecah oleh isu-isu di luar teknis olahraga.

​”Tugas atlet itu sederhana latihan, bertanding, dan meraih prestasi. Jangan mau ditarik ke sana-sini atau terpengaruh hal yang tidak jelas. Atlet kita umumnya masih muda dan rentan dipengaruhi, maka kewajiban kita untuk melindungi mereka,” ujarnya.

​Dengan rampungnya Muskablub dan prosesi pengukuhan, Zulkarnain memastikan payung hukum serta hak-hak para atlet di Kutai Timur kini telah terjamin. Pengprov MI Kaltim juga siap menerbitkan Surat Keputusan (SK) agar Pelatihan Daerah (Platda) dan Training Center (TC) segera dimulai.

​”Begitu SK ditandatangani Ketua Umum Pak Rudiansyah Aras, tim langsung bekerja kumpulkan atlet, beri arahan, dan salurkan hak-hak mereka. Legalitasnya sudah terang benderang, tidak ada alasan lagi untuk terganggu polemik,” pungkasnya.(Adv/am)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *