
SANGATTA — Carateker Muaythai Indonesia (MI) Kabupaten Kutai Timur resmi menyelenggarakan Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Muskablub) pada Sabtu (5/9/2026) di Sangatta. Forum tertinggi organisasi tingkat daerah ini digelar guna menentukan arah kebijakan strategis sekaligus menyusun kepengurusan baru Muaythai di Kutai Timur.

Ketua Panitia Pelaksana, Andi Gilang, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya Muskablub tersebut. Ia menegaskan bahwa forum ini merupakan langkah aksi nyata untuk membangun Muaythai Kutai Timur ke arah yang lebih baik, meskipun diwarnai berbagai dinamika dan tantangan persiapan.
”Muskablub ini dilaksanakan sesuai mekanisme dan regulasi yang berlaku. Kami telah merangkul serta mengundang seluruh elemen terkait untuk hadir. Momentum ini sangat krusial untuk pembenahan organisasi dan persiapan matang menghadapi ajang olahraga mendatang,” ujar Andi Gilang.

Mewakili Ketua Caretaker MI Kutai Timur, Jepi Darsono memaparkan kronologi pembentukan tim caretaker yang diterbitkan pada 24 Juli 2026 bersama Carolina Wao (Ketua) dan Rahman (Anggota). Langkah awal tim adalah menjalin komunikasi intensif serta bersilaturahmi dengan pengurus lama dan para atlet untuk berdiskusi terkait keberlanjutan organisasi.
”Pembentukan caretaker merupakan solusi organisasi ketika masa bakti kepengurusan telah usai atau terjadi pembekuan, agar roda organisasi cabor tetap hidup. Kami sangat mengapresiasi kontribusi pengurus sebelumnya. Fokus kita saat ini adalah memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan dan merangkul kembali para atlet yang berlaga di Babak Kualifikasi (BK) Porprov demi mengamankan target emas,” jelas Jepi.

Dukungan penuh juga mengalir dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Timur. Perwakilan KONI Kutim, Dedi Haryadi, mengapresiasi kerja keras tim caretaker dan panitia yang telah mengawal dinamika organisasi hingga Muskablub dapat terlaksana dengan lancar dan sesuai aturan.
”Muaythai merupakan salah satu cabor yang sangat potensial bagi Kutai Timur dalam mendulang medali. KONI Kutim sangat mendukung penguatan konsolidasi ini. Kami berharap kepengurusan baru nantinya langsung berfokus pada persiapan Porprov di Kabupaten Paser pada November mendatang serta memprioritaskan keberlanjutan pembinaan atlet lokal,” tutur Dedi.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov MI Kalimantan Timur, Rudiansyah Aras, menegaskan legalitas kepengurusan yang terbentuk dan meminta pengurus baru untuk berfokus pada soliditas internal sebelum mengejar target prestasi.
”Potensi Muaythai di Kutai Timur luar biasa. Pada BK Porprov lalu, Kutai Timur berhasil menyabet 4 medali emas, 2 perak, dan 4 perunggu. Nama-nama atlet juga sudah terdaftar secara by name and by number. Kunci utamanya adalah soliditas pengurus. Jika fondasi organisasi kuat, prestasi di Porprov Paser pasti bisa kita capai bersama,” tegas Rudiansyah.
Melalui Muskablub ini, diharapkan kepengurusan baru Muaythai Indonesia Kutai Timur dapat segera mengonsolidasikan kekuatan, mempererat pembinaan atlet, dan membawa nama daerah berjaya di kancah regional maupun nasional.(Am)

