Kutai TimurPemerintahan

BRIDA Kutim Bangun Peta Digital Daerah, Data Koperasi hingga Konflik Sosial Kini Bisa Dipantau Real Time

290
×

BRIDA Kutim Bangun Peta Digital Daerah, Data Koperasi hingga Konflik Sosial Kini Bisa Dipantau Real Time

Share this article

SANGATTA — Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Kutai Timur tidak hanya menghasilkan kajian kebijakan, tetapi juga mengembangkan berbagai sistem digital yang membantu pemerintah memetakan potensi daerah, memantau koperasi, hingga mendeteksi kerawanan sosial secara real time.

Peneliti Ahli Muda BRIDA Kutai Timur, Dadang Lesmana mewakili Kepala BRIDA Kutim Juliansyah  mengatakan digitalisasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik berbasis data agar setiap kebijakan daerah lebih tepat sasaran.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah SIGAP Koperasi (Sistem Gerak Cepat dan Tepat Koperasi Kutai Timur). Melalui sistem ini, pemerintah dapat melihat kondisi koperasi aktif dan tidak aktif di seluruh wilayah Kutai Timur melalui peta digital yang mudah diakses.

“Kalau berwarna hijau berarti koperasinya aktif, sedangkan yang merah menunjukkan koperasi yang tidak aktif. Semua dipetakan khusus untuk Kutai Timur,” jelas Dadang.

Selain koperasi, BRIDA juga membangun dashboard sektor perkebunan yang menampilkan produktivitas berbagai komoditas. Dari pemetaan tersebut, BRIDA menemukan fakta menarik bahwa produktivitas tanaman aren justru lebih tinggi di Kecamatan Muara Bengkal, Sandaran, dan Sangatta Utara, bukan Teluk Pandan seperti yang selama ini banyak diperkirakan.

Data tersebut juga dilengkapi informasi mengenai serapan tenaga kerja dan potensi pengembangan komoditas, sehingga dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan di sektor perkebunan.

Tak berhenti di situ, BRIDA bersama Kesbangpol turut mengembangkan Indeks Kerawanan Sosial (IKS) yang memetakan berbagai potensi konflik di Kutai Timur, mulai dari sengketa lahan, tapal batas wilayah, penyalahgunaan narkoba hingga persoalan sosial lainnya.

“Semakin merah pada peta, berarti tingkat kerawanannya semakin tinggi. Data ini membantu pemerintah mengetahui titik-titik yang membutuhkan perhatian lebih,” ujarnya.

Dadang menegaskan BRIDA berperan sebagai lembaga pendukung pembangunan daerah yang bekerja secara kolaboratif dengan perangkat daerah lainnya. Menurutnya, berbagai inovasi digital tersebut menjadi wujud sinergi antarlembaga untuk menyediakan data yang akurat sebagai dasar pengambilan keputusan pemerintah.

“BRIDA hadir untuk mendukung kebutuhan daerah melalui riset dan data. Kami berkolaborasi dengan OPD agar pelayanan publik dan kebijakan pembangunan semakin efektif,” pungkasnya.(ADV/Diskominfo Kutim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *