Kutai TimurPemerintahan

Mewakili Bupati, Kadispora Kutim Buka Konferda III PA GMNI Kaltim, Dorong Aktualisasi Marhaenisme dalam Pembangunan

218
×

Mewakili Bupati, Kadispora Kutim Buka Konferda III PA GMNI Kaltim, Dorong Aktualisasi Marhaenisme dalam Pembangunan

Share this article

​SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memberikan dukungan dan apresiasi penuh atas terselenggaranya Konferensi Daerah (Konferda) III Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kalimantan Timur.

​Mewakili Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan, secara resmi membuka acara yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna, Sangatta, pada Jumat (16/10/2026).

​Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakannya, Basuki menyampaikan bahwa konferensi ini harus menjadi ruang strategis untuk konsolidasi organisasi, pertukaran gagasan, sekaligus merumuskan kontribusi nyata bagi daerah. Ia secara khusus menyoroti pentingnya para alumni GMNI untuk menerjemahkan nilai-nilai kebangsaan dan pemikiran Bung Karno ke dalam kerja nyata.

​”Marhaenisme bukan sekadar warisan ideologi, melainkan komitmen untuk memperjuangkan keadilan sosial, memperkuat kemandirian ekonomi, dan memastikan pembangunan benar-benar menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat,” ujar Basuki di hadapan pimpinan DPP GMNI, pengurus daerah, tokoh politik, serta jajaran Forkopimda yang hadir.

​Di tengah derasnya arus transformasi digital dan kecerdasan buatan, Basuki juga menekankan bahwa penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kebutuhan mendesak. Generasi muda dituntut memiliki keterampilan, kreativitas, dan literasi digital yang mumpuni agar mampu menjadi pelaku pembangunan, bukan sebatas penonton dari perubahan zaman.

​Lebih lanjut, dari sektor ekonomi, Pemkab Kutim menaruh perhatian besar pada pengelolaan potensi sumber daya alam (SDA) Kalimantan Timur yang melimpah. Basuki memaparkan bahwa SDA tidak boleh hanya menjadi angka pertumbuhan, tetapi harus dikelola melalui hilirisasi, penguatan industri lokal, dan pengembangan UMKM untuk menyerap tenaga kerja lokal. Upaya ini harus berjalan beriringan dengan pemerataan infrastruktur hingga ke kawasan perdesaan.

​Menutup sambutannya, Basuki berharap PA GMNI Kaltim dapat terus berperan sebagai mitra yang kritis sekaligus konstruktif bagi pemerintah.

​”Pemerintah terbuka terhadap dialog dan membutuhkan masukan serta kritik yang disertai solusi. Kita boleh berbeda pandangan, tetapi harus tetap memiliki tujuan yang sama, yaitu membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya seraya meresmikan pembukaan Konferda III tersebut.(ADV/Diskominfo Kutim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *