Kutai Timur

Kutai Timur Rayakan HUT ke-27 dan Erau Adat Pelas Benua 2026, Kesultanan Kutai Kartanegara Sampaikan Apresiasi Tinggi

251
×

Kutai Timur Rayakan HUT ke-27 dan Erau Adat Pelas Benua 2026, Kesultanan Kutai Kartanegara Sampaikan Apresiasi Tinggi

Share this article

​KUTAI TIMUR — Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas terselenggaranya perhelatan Erau Adat Pelas Benua di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, pada tahun 2026 ini. Acara yang sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Timur tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat.

​Apresiasi tersebut diungkapkan oleh Kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, H. Pangeran Hario Noto Negoro, S.E., M.Si., CGCAE., di hadapan para tamu undangan. Dalam pidatonya, ia menyatakan rasa bangga yang mendalam kepada seluruh masyarakat Kutai Timur yang konsisten menjaga dan memuliakan simbol-simbol adat istiadat kesultanan. Ia menekankan bahwa mengenang sejarah adalah hal yang penting, namun jauh lebih penting lagi bagi generasi masa kini untuk turut menciptakan sejarah melalui tindakan nyata.

​”Tau sejarah itu penting, tapi yang lebih penting adalah menciptakan sejarah. Sejarah mengajarkan kita tentang perjalanan masa lalu, tetapi tindakan kitalah yang menentukan warisan bagi masa depan,” ujar H. Pangeran Hario Noto Negoro.

​Pihak kesultanan juga memberikan apresiasi khusus kepada kepemimpinan Bupati Kutai Timur, Dr. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si., bersama H. Mahyudin, S.E., M.Si., atas komitmen dan kepedulian mereka dalam melestarikan kebudayaan leluhur. Meskipun secara administratif wilayah Kutai Timur telah menjadi daerah otonom yang terpisah dari Kabupaten Kutai Kartanegara, ditegaskan bahwa secara historis dan kultural daerah ini tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari Wilayah Adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Pemerintah daerah dinilai sangat bersungguh-sungguh dalam mengimplementasikan serta merawat simbol-simbol adat budaya di tengah masyarakat.

​Melalui pelaksanaan Erau Adat Pelas Benua tahun ini, terdapat empat poin harapan strategis yang disampaikan untuk kemajuan daerah.

Pertama, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan adat istiadat guna menjaga nilai luhur serta kearifan lokal di tengah modernisasi, sekaligus mendorong generasi muda mengenal tradisi leluhur. Kedua, perhelatan ini bertujuan meningkatkan ekonomi masyarakat dengan membuka peluang seluas-luasnya bagi pelaku UMKM, pedagang kuliner, pengrajin, pelaku ekonomi kreatif, sektor jasa transportasi, penginapan, serta mendongkrak potensi pariwisata lokal. Ketiga, acara ini berfungsi sebagai wadah kreativitas seni dan adat bagi para seniman serta pemangku adat untuk menampilkan karya, guna menciptakan ekosistem budaya yang berkelanjutan. Keempat, kegiatan ini mampu memperkuat komunikasi dan hubungan harmonis antara pemerintah daerah, kesultanan, pemangku adat, dan masyarakat, serta meneguhkan peranan lembaga adat dalam pembangunan daerah.

​Mengusung tema “Adat Lestari, Tuah Benua, Etam Berjaya”, rangkaian perayaan HUT ke-27 Kabupaten Kutai Timur ini diharapkan menjadi momentum penggerak semangat kebudayaan yang semakin masif. Menutup rangkaian sambutannya, H. Pangeran Hario Noto Negoro memberikan pesan penyemangat agar seluruh elemen masyarakat terus melangkah bersama membangun daerah.

​”Langkah kita hari ini semakin serentak, laju kita semakin cepat, namun belum sampai pada garis akhir. Maka tidak ada alasan, tidak ada alasan untuk berhenti bergerak meski sejenak,” pesan beliau sekaligus menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-27 untuk Kabupaten Kutai Timur.(ADV/Diskominfo Kutim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *