Berita

Sigap Tangani Kebocoran Pipa, Perumdam Kutim Pulihkan Suplai Air di Desa Sekerat

235
×

Sigap Tangani Kebocoran Pipa, Perumdam Kutim Pulihkan Suplai Air di Desa Sekerat

Share this article

SANGATTA – Perumda Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua Kutai Timur (Kutim) bergerak cepat menangani dua titik kebocoran pipa distribusi air bersih di Jalan Poros PU, Dusun Sekurau Bawah, Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, pada Kamis (22/10/2026).

​Penanganan kebocoran pada jaringan pipa berdiameter 160 mm tersebut dilakukan secara gabungan oleh Tim Distribusi Perumdam Cabang Sangatta Utara bersama Tim Perumdam Unit Sekerat Bengalon. Dua titik kebocoran ini awalnya ditemukan berdasarkan hasil pengecekan lapangan pada Rabu (21/10/2026). Akibat kerusakan tersebut, suplai air bersih ke puluhan pelanggan terpaksa dihentikan sementara.

​Koordinator Unit Pembantu Sekerat, Silvianus Rikardus R., menjelaskan proses penelusuran masalah tersebut. “Awalnya, kami menduga penyebabnya adalah perbedaan tekanan sebelum dan sesudah jalur hauling,” jelasnya.

​”Kami sempat menyimpulkan kemungkinan pipa kempis atau rusak di jalur tersebut. Namun, setelah dibongkar menggunakan ekskavator, ternyata pipa tidak bermasalah. Hanya saja, tekanan anginnya cukup tinggi saat pipa pertama kali dipotong,” tambahnya.

​Silvianus menuturkan, setelah proses perbaikan dan penyambungan selesai dilakukan, suplai air sudah mulai mengalir kembali ke area perkampungan di Sekurau Bawah pada Kamis malam.

​”Cakupan gangguan ini berdampak pada sekitar 70 pelanggan di Dusun Sekurau Bawah. Selain itu, suplai ke sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, masjid, balai dusun, dan polindes juga ikut terdampak,” ungkapnya.

​Mengenai teknis pengerjaan, Kepala Seksi Distribusi Perumdam Cabang Sangatta Utara, Sunaryo, memaparkan bahwa perbaikan jaringan di Jalan Poros PU menggunakan metode penyambungan stub flange. Teknik mekanis ini dinilai sangat tepat diterapkan untuk pengelasan pipa jenis High-Density Polyethylene (HDPE) 160 mm.

​”Kami menemukan dua titik kebocoran dengan estimasi pengerjaan memakan waktu dua hari. Namun, kami menargetkan penyelesaian satu titik bisa rampung dan tuntas hari ini juga,” tegas Sunaryo.

​Setelah seluruh proses perbaikan selesai, pihak Perumdam Kutim memperkirakan butuh waktu tambahan sekitar satu hari untuk proses normalisasi tekanan agar aliran air kembali lancar ke rumah-rumah pelanggan. (Humas Perumdam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *