
Nusa Tenggara Timur (NTT) – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kutai Timur sukses menyalurkan amanah kemanusiaan dari para donatur untuk warga terdampak musibah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyaluran bantuan ini dipimpin langsung oleh Ketua PMI Kutai Timur, Dr. H. Kasmidi Bulang, ST., MM.
Bantuan yang dihimpun dari masyarakat luas, dermawan, hingga anggota Palang Merah Remaja (PMR) se-Kutai Timur ini difokuskan pada pemulihan sektor pendidikan anak-anak penyintas musibah.

Bantuan diserahkan dalam bentuk paket perlengkapan sekolah yang terdiri dari tas, buku tulis, pulpen, penggaris, penghapus, dan pensil rautan. Selain itu, PMI Kutai Timur juga menyerahkan sejumlah uang tunai langsung ke beberapa sekolah di wilayah terdampak.
Jangkauan distribusi donasi ini mencakup lima wilayah kabupaten di NTT. Titik penyaluran meliputi Kabupaten Sikka (kawasan Maumere dan Pulau Palu’e), Kabupaten Ende (Kecamatan Detusoko dan Maukaro), dan Kabupaten Nagekeo (kawasan Mbai).

Selain itu, bantuan juga menyentuh wilayah Kabupaten Manggarai Tengah di kawasan Ruteng, serta Kabupaten Manggarai Barat yang dipusatkan di Kecamatan Komodo.
”Melalui PMI Kabupaten Kutai Timur, donasi dari Bapak, Ibu, anak-anak, dan adik-adik semua telah kami salurkan langsung kepada penerima manfaat,” ujar Kasmidi Bulang.

Kasmidi menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dan mendoakan agar Tuhan Yang Maha Esa memberikan balasan rahmat yang berlimpah. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan imbauan penting terkait tata cara berdonasi yang aman dan tepat sasaran.
”Selain berterima kasih kepada semua dermawan, kami mengimbau agar salurkan bantuan dan kebaikan Saudara semua melalui lembaga resmi, baik pemerintah, swasta, atau LSM kredibel seperti PMI. Hal ini agar bantuan dapat dirasakan secara langsung oleh mereka yang tertimpa musibah,” tegasnya.

Langkah responsif dan transparan dari PMI Kutai Timur ini diharapkan dapat terus memupuk kepercayaan masyarakat, sekaligus meringankan beban saudara-saudara di NTT yang tengah berjuang memulihkan diri pasca-musibah.(kW)

