
SANGATTA, kaltimwave.id – Ajang adu ketangkasan Aparatur Sipil Negara (ASN), Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Korpri IV Kalimantan Timur 2026, resmi bergulir di Kutai Timur (Kutim). Perhelatan ini bukan sekadar ajang unjuk keringat, melainkan kawah candradimuka untuk memburu tiket ke panggung nasional.
Pembukaan kompetisi bergengsi bagi barisan PNS dan PPPK ini berlangsung meriah di bawah sorot lampu Lapangan Alun-Alun Bukit Pelangi, Sangatta, pada Minggu (1/11/2026) malam.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan, arena Porprov adalah momentum pembuktian. Ia menantang para abdi negara untuk tak hanya garang di meja birokrasi, tapi juga di lapangan pertandingan.
”Jadikan Porprov ini sebagai ajang memperluas pengalaman dan meningkatkan prestasi. Saya berharap dari sini lahir atlet-atlet potensial yang mampu membawa nama baik daerah di tingkat nasional,” tegas Ardiansyah.
Pernyataan Ardiansyah beresonansi kuat dengan peta jalan Badan Pembina Olahraga (Bapor) Korpri Kaltim. Radar mereka kini langsung diarahkan ke Pekan Olahraga Nasional (Pornas) Korpri XVIII yang akan datang di Lampung.
Secara statistik, rekam jejak Kaltim di kancah nasional cukup diperhitungkan. Pada Pornas Korpri sebelumnya di Palembang, kontingen Benua Etam sukses mengamankan peringkat sembilan lewat raihan 2 emas, 3 perak, dan 4 perunggu.
Kini, barisan atlet berseragam abdi negara ini mematok target progresif: tembus 5 besar nasional.
Ketua Bapor Korpri Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, menyebut ambisi tersebut bukan sekadar wacana dan telah disepakati bersama Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim. Porprov di Kutim ini menjadi filter utama untuk mengukur kekuatan kontingen sebelum bertolak ke Lampung.
”Untuk persiapan Pornas, strategi pemenangan akan kami matangkan besok di rapat koordinasi. Mudah-mudahan di Lampung nanti target 5 besar bisa kita raih, mohon dukungannya,” ungkap pria yang juga menjabat Asisten I Sekdaprov Kaltim Bidang Pemerintahan dan Kesra tersebut.
Aji menjelaskan, siklus pembinaan atlet ASN di Kaltim sudah terstruktur. Porprov digelar pada tahun genap dengan sistem tuan rumah bergilir, sementara Pornas menanti di tahun ganjil. Kutim sendiri menjadi tuan rumah edisi keempat setelah Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Paser.
Namun, di balik ambisi medali dan target nasional, Aji mengingatkan satu esensi fundamental dari digelarnya Porprov Korpri.
”Tujuan utamanya adalah menyehatkan ASN dan mempererat persatuan. Prestasi olahraga adalah bonus, karena ujung dari kebugaran ini adalah pelayanan publik yang prima kepada masyarakat,” pungkasnya. (Kw)

