Kutai Timur

Roni Bonar Pastikan Kelancaran Jaringan TPS untuk Sukseskan Pilkada 2024

414
×

Roni Bonar Pastikan Kelancaran Jaringan TPS untuk Sukseskan Pilkada 2024

Share this article

SANGATTA – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) fokus memastikan kelancaran jaringan internet di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS). Langkah ini menjadi prioritas untuk mendukung proses pemungutan suara dan perhitungan hasil secara efisien, terutama di wilayah pelosok yang kerap menghadapi kendala sinyal.

Pilkada serentak yang dijadwalkan pada 27 November 2024 menjadi agenda penting nasional. Di Kutim, sebanyak 701 TPS tersebar di 18 kecamatan, termasuk dua TPS khusus di Kecamatan Sangkulirang dan Kaliorang. Dengan luasnya wilayah tersebut, konektivitas internet yang andal menjadi kunci agar proses pemilu berjalan lancar tanpa hambatan teknis.

Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar Hamonangan Siburian, menegaskan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan jaringan internet tetap stabil selama pelaksanaan Pilkada. “Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas jaringan, terutama di TPS yang berada di pelosok. Semua harus siap sebelum Pilkada,” ujarnya baru-baru ini.

Menurut Ronny, seluruh tahapan perhitungan suara pada Pilkada 2024 akan memanfaatkan jaringan internet, sehingga kestabilan koneksi menjadi kebutuhan mendesak. Diskominfo juga memfokuskan perhatian pada Kantor KPU Kutim sebagai pusat kendali pelaksanaan Pilkada di daerah. “Meski jaringan di Kantor KPU sudah stabil, kami tetap memantau untuk memastikan tidak ada kendala teknis selama proses berlangsung,” tambahnya.

Salah satu tantangan utama adalah kondisi geografis Kutim yang luas dan beragam, sehingga daerah-daerah tertentu membutuhkan penanganan khusus untuk menjamin kelancaran jaringan. Diskominfo telah menyiapkan tim teknis yang akan terus memantau dan menangani gangguan jaringan di seluruh wilayah selama pelaksanaan Pilkada.

Inovasi berbasis teknologi juga akan diterapkan dalam Pilkada 2024, salah satunya adalah penggunaan Sistem Informasi Rekapitulasi (SIREKAP). Sistem ini memungkinkan rekapitulasi suara dilakukan secara digital, namun sangat bergantung pada jaringan internet yang stabil. Oleh karena itu, Diskominfo memiliki peran vital untuk memastikan semua TPS memiliki koneksi yang memadai.

Dengan upaya maksimal dari Diskominfo Staper, diharapkan proses Pilkada di Kutim dapat berjalan lancar, aman, dan tepat waktu. “Kami siap memberikan dukungan penuh agar setiap TPS dapat beroperasi secara optimal. Stabilitas jaringan adalah kunci untuk menjaga akurasi dan transparansi Pilkada,” tutup Ronny.

Dukungan teknis dari Diskominfo diharapkan tidak hanya membantu kelancaran proses pemilu, tetapi juga memberi kepercayaan kepada masyarakat dalam menyalurkan hak pilih mereka tanpa gangguan teknis. Dengan demikian, hasil Pilkada serentak di Kutim dapat diterima secara cepat, transparan, dan akurat, mendukung suksesnya pesta demokrasi nasional. (adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *