Kutai Timur

HUT Ke-7 PWI Kutim, Pjs Bupati Kutim Tekankan Netralitas ASN dan Peran Wartawan

408
×

HUT Ke-7 PWI Kutim, Pjs Bupati Kutim Tekankan Netralitas ASN dan Peran Wartawan

Share this article

SANGATTA – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kutai Timur (Kutim) berlangsung meriah di Aula Hotel Mesfa Mulia, Kamis (24/10/2024) malam. Dalam momen ini, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kutim, Agus Hari Kesuma (AHK), menyoroti dua isu utama: netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) selama pemilu dan pentingnya peran wartawan dalam menciptakan literasi yang berkualitas.

Dalam sambutannya, AHK menggarisbawahi tanggung jawab Forkopimda dalam menjaga stabilitas daerah, terutama saat pemilihan umum. “Sebagai Pjs Bupati, tugas saya adalah memastikan keamanan dan ketertiban, khususnya selama masa pemilu. Kami dari Forkopimda berkomitmen untuk menjaga kedamaian di Kutai Timur,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya netralitas ASN, yang menjadi kewajiban selama proses demokrasi berlangsung. “ASN tidak boleh melakukan gerakan politik atau terlibat dalam kampanye. Mereka hanya memiliki hak memilih di TPS. Jika ada pelanggaran, sanksi tegas akan diberlakukan,” tegas AHK.

Selain itu, AHK meminta wartawan memahami program prioritas pemerintah daerah untuk dapat memberikan kritik yang konstruktif. Ia menyebutkan beberapa program penting, seperti kesehatan, pelayanan publik, pertanahan, hingga hukum. “Pemahaman terhadap program-program ini sangat penting agar kritik yang diberikan bersifat membangun dan berimbang,” tambahnya.

AHK juga menyampaikan apresiasi atas peran wartawan dalam mendukung transparansi pemerintahan dan menyampaikan informasi akurat kepada masyarakat. Ia menyebut wartawan sebagai pilar penting dalam pembangunan daerah. “Wartawan adalah jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Saya berharap mereka terus meningkatkan profesionalisme dalam tugas jurnalistik,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, AHK mengingatkan risiko yang dihadapi wartawan dalam menjalankan profesinya. “Profesi wartawan itu mulia, tapi penuh tantangan. Mereka membutuhkan keberanian dan ketangguhan mental, karena tekanan yang dihadapi tidak sedikit. Oleh karena itu, BPJS Ketenagakerjaan penting untuk mendukung kesejahteraan mereka,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa kritik adalah bagian penting dari pemerintahan yang sehat. “Kritik itu wajar dan harus diterima dengan lapang dada. Tidak ada orang besar yang tidak pernah dikritik. Wartawan memiliki tugas penting untuk terus mengasah keberanian dalam menyampaikan kebenaran,” ujar AHK.

Di akhir acara, AHK mendorong peningkatan kapasitas wartawan melalui forum diskusi kelompok (FGD) dan pelatihan. Ia berharap HUT ke-7 PWI Kutim menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas jurnalisme di Kutai Timur. “Jadikan momen ini sebagai awal untuk lebih baik lagi. Bersama, kita bangun Kutai Timur dengan informasi yang berkualitas dan literasi yang baik,” pungkasnya.

Acara tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan media dalam mendukung keberhasilan pembangunan di Kutai Timur melalui peran aktif jurnalis yang kompeten dan profesional. (adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *