Kutai Timur

Kutim Gelar HLM dan Bimtek TPID: Perkuat Strategi 4K untuk Kendalikan Inflasi Daerah

362
×

Kutim Gelar HLM dan Bimtek TPID: Perkuat Strategi 4K untuk Kendalikan Inflasi Daerah

Share this article

SAMARINDA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) dan Workshop Bimbingan Teknis (Bimtek) pada Senin (4/11/2024) di Room Batara V, Hotel Fugo, Samarinda. Acara yang diinisiasi oleh Bagian Ekonomi Sekretariat Kabupaten Kutim ini mengusung tema “Penguatan Strategi 4K dalam Pengendalian Inflasi Daerah”.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Deputi Bank Indonesia (BI) Kaltim, Bayu Hadi Hardianto, Sekretariat TPID, Zubair, serta Pjs Bupati Kutim, Agus Hari Kesuma, yang membuka acara ini. Hadir pula jajaran pimpinan daerah seperti Dandim 0909/KTM Letkol Inf Ginanjar Wahyutomo, Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Rudi Iskandar, Asisten Ekonomi Pembangunan Zubair, dan Asisten Administrasi Umum Sudirman Latif.

Dalam laporannya, Kepala Bagian Ekonomi Setkab Kutim, Vita Nur Hasanah, menjelaskan pentingnya penerapan strategi 4K—Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif—sebagai upaya menjaga stabilitas harga di daerah. “Strategi ini sangat penting untuk mengantisipasi gejolak ekonomi yang berpotensi memicu inflasi, terutama di sektor bahan pangan,” ujarnya.

Pjs Bupati Kutim, Agus Hari Kesuma, dalam arahannya menyampaikan bahwa pengendalian inflasi adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah. “Operasi pasar dan pemberian subsidi sementara pada komoditas tertentu menjadi langkah krusial untuk menjaga kestabilan harga, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat,” ungkap Agus. Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk lebih aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga stabilitas harga melalui berbagai program.

Agus menambahkan bahwa TPID memiliki peran strategis dalam merespons situasi yang tidak terduga, seperti lonjakan harga akibat bencana atau peristiwa tertentu. Salah satu contohnya adalah saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), di mana permintaan bahan pokok seperti beras dapat meningkat tajam. Untuk mengantisipasi hal tersebut, TPID Kutim telah menyusun roadmap pengendalian inflasi 2022-2024 berdasarkan strategi 4K.

Mitigasi gejolak harga, menurut Agus, menjadi prioritas utama dengan mengadakan rapat TPID minimal sekali sebulan. Rapat ini bertujuan merespons perubahan harga dengan cepat dan efektif, termasuk dengan kebijakan seperti pemberian subsidi. “Kecepatan dan ketepatan dalam merespons perubahan pasar adalah kunci keberhasilan pengendalian inflasi di daerah,” tambahnya.

Selain membahas strategi 4K, kegiatan HLM dan Bimtek ini juga mencakup evaluasi kinerja TPID melalui laporan hasil assessment unggulan. Evaluasi ini akan menjadi dasar bagi TPID dalam merancang strategi yang lebih baik di masa depan untuk meningkatkan efektivitas pengendalian inflasi di Kutim.

Dengan terselenggaranya HLM dan Workshop Bimtek ini, diharapkan TPID Kutim mampu beradaptasi dengan dinamika ekonomi yang terus berkembang. Langkah ini diharapkan dapat memastikan inflasi di Kutim tetap terkendali, sehingga stabilitas ekonomi daerah terjaga dan kesejahteraan masyarakat meningkat. (adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *