
BALIKPAPAN — Gelombang dukungan dari insan Taekwondo paling senior hingga jajaran pengurus klub menyuntikkan keyakinan penuh bagi Joko Purwanto untuk melenggang dalam bursa calon Ketua Taekwondo Indonesia (TI) Kota Balikpapan.
Bagi Joko, sokongan yang terus mengalir ini bukan sebatas modal dalam pertarungan organisasi. Lebih dari itu, amunisi moral tersebut menjadi pijakan awal untuk merajut kembali soliditas serta mendongkrak reputasi Taekwondo Balikpapan di kancah daerah maupun nasional.
Memangku amanah sebagai nakhoda baru kelak, Joko telah merancang beberapa cetak biru perbaikan. Fajar baru kepengurusannya akan difokuskan pada pembenahan tata kelola internal serta menyatukan persepsi seluruh dojang dan klub lokal.
Pria yang dikenal dekat dengan para praktisi beladiri ini menegaskan bahwa pabrik pencetak talenta terbaik berada di level klub. Karena itu, induk organisasi bertugas memfasilitasi dan membukakan jalan seluas-luasnya agar para atlet mendapatkan panggung bertanding yang representatif.
”Kunci lahirnya juara ada di tangan klub. Peran organisasi adalah memfasilitasi ruang jam terbang mereka lewat ragam kejuaraan. Tanpa rutinitas kompetisi, sulit mengharapkan prestasi puncak,” ungkap Joko.
Intensitas bertanding yang teratur, menurutnya, menjadi kawah candradimuka yang mematangkan mental serta jam terbang para petarung muda Balikpapan.
Guna mengikis ego sektoral, Joko berkomitmen membangun iklim organisasi yang guyub.
Kebhinnekaan latar belakang klub tidak boleh menjadi benteng pemisah, melainkan harus dikonversi menjadi energi kolektif pembinaan.
”Misi utama kita adalah merangkul semua kekuatan yang ada. Semua elemen klub harus bergandengan tangan, berkolaborasi demi memajukan potensi anak-anak Balikpapan,” lugasnya.
Langkah taktis yang juga disiapkannya yakni membangun sinergi lintas instansi. Ia berniat mengandeng Pemerintah Kota Balikpapan, KONI, hingga jajaran pengurus provinsi guna membenahi fasilitas dan sarana latihan yang memadai demi kelangsungan regenerasi atlet secara berkesinambungan.
Tolak ukur keberhasilan kepemimpinan mendatang tidak sekadar dinilai dari dinamisnya kegiatan internal, melainkan pencapaian di atas matras. Joko mematok tolok ukur tinggi bagi prestasi Taekwondo Balikpapan.
Target strategisnya adalah mencetak atlet elit yang mendominasi podium Kalimantan Timur hingga mampu menembus panggung nasional.
”Cita-cita besar kita sederhana namun tegas: Balikpapan wajib menyumbang nama untuk mengisi daftar skuad Pekan Olahraga Nasional (PON) membawa nama harum Kaltim,” tegas Joko.
Ia memungkas, pondasi organisasi yang kokoh harus digotong bersama. Integrasi antara klub yang berdaya, manajemen yang bersih, serta atlet yang tangguh menjadi trigatra yang siap dibuktikannya jika resmi mengemban mandat kepemimpinan TI Balikpapan.

