
SANGATTA — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mematok target tinggi, yakni masuk ke dalam posisi tiga besar pada perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang. Komitmen ini selaras dengan langkah strategis daerah untuk menjadikan Kutim sebagai barometer olahraga di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Ketua Umum KONI Kutim, H. Rudi Hartono, menegaskan hal tersebut di sela-sela peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) di Kutai Timur pada Jumat (2/10/2026). Menurut Rudi, olahraga memiliki dimensi yang luas, tidak semata-mata soal medali dan prestasi, melainkan juga wadah untuk mencari kesehatan dan mempererat tali silaturahmi di tengah masyarakat.
Untuk memasyarakatkan olahraga, peringatan Haornas kali ini dikemas secara inovatif. Kegiatan ketangkasan atlet anak-anak dipadukan dengan berbagai layanan publik.
Melalui kolaborasi antara Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim serta instansi terkait, masyarakat dapat mengakses layanan perpanjangan SIM, STNK, fasilitas perbankan, hingga kesehatan langsung di lokasi acara. “Artinya olahraga ini bisa hadir di masyarakat, selain bisa sehat, berprestasi, dan juga bisa menjalin silaturahmi,” ujar Rudi.
Terkait visi besar dari Kepala Dispora untuk menjadikan Kutim sebagai barometer olahraga di Kaltim, Rudi optimistis target tersebut bukan hal yang mustahil. Pihaknya terus bergerak menghidupkan dan membina cabang-cabang olahraga (cabor) melalui program pelatihan bagi pelatih serta wasit. Ia meyakini, sentuhan pembinaan yang menyasar lapisan masyarakat dan sekolah-sekolah ini akan membuahkan hasil dalam 4 hingga 5 tahun ke depan.
Dalam rangka mematangkan persiapan menuju Porprov, seluruh cabor di Kutim telah diberikan dana Training Center (TC) agar dapat bergerak maksimal. Merujuk pada keberhasilan Kutim menembus posisi empat besar pada babak prakualifikasi, target tiga besar di Porprov dinilai sangat realistis.
Total akan ada 64 cabor yang diikuti oleh kontingen Kutim. Sebanyak 59 cabor dipertandingkan secara resmi oleh PB Porprov, sedangkan 5 cabor lainnya digelar secara mandiri oleh KONI dan Pengprov di Kota Samarinda serta Balikpapan. Rudi memastikan, medali yang diraih dari 5 cabor mandiri tersebut akan tetap dihitung masuk ke dalam zona perolehan medali kontingen masing-masing.
Guna memastikan kelancaran administrasi peserta, KONI Kutim saat ini telah membuka posko untuk memasukkan database atlet.
Pendaftaran ini berjalan paralel dengan proses verifikasi keabsahan yang dilakukan oleh Dispora, mengingat kewenangan terkait akomodasi dan transportasi berada di bawah instansi tersebut. Guna mendulang medali, Kutim telah memetakan sejumlah cabor unggulan yang diproyeksikan meraih hasil maksimal, di antaranya panjat tebing, tarung derajat, atletik, dan tenis meja.(ADV/Diskominfo Kutim)

