Berita

Dukung Program MBG Kutim, Desa Swarga Bara Siap Jadi Pemasok Bahan Baku Lokal

367
×

Dukung Program MBG Kutim, Desa Swarga Bara Siap Jadi Pemasok Bahan Baku Lokal

Share this article

KUTAI TIMUR – Pemerintah Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, secara resmi menyatakan dukungan penuhnya terhadap implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai diaktifkan di wilayah Kabupaten Kutai Timur. Dukungan ini diwujudkan melalui komitmen aktif untuk berkontribusi dalam penyediaan bahan baku utama program tersebut.

Kepala Desa Swarga Bara, Wahyuddin Usman (akrab disapa Wahyu), mengungkapkan bahwa desa telah menyiapkan hasil produksi peternakan dan pertanian yang dikelola oleh masyarakat lokal untuk diserap oleh dapur MBG. Menurut Wahyu, meskipun Memorandum of Understanding (MOU) resmi masih dalam proses penyelesaian, sejumlah pelaku usaha dan kelompok tani di desa sudah menunjukkan inisiatif tinggi untuk berkolaborasi.

“Harapan utama kami adalah agar seluruh hasil peternakan warga, khususnya telur ayam, dan juga produk pertanian segar dari desa kami dapat masuk dan diserap oleh dapur Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Wahyu. “Dengan terjalinnya kolaborasi ini, masyarakat desa kami tidak hanya menjadi penerima manfaat sosial, tetapi juga akan merasakan dampak ekonomi secara langsung dari keberlanjutan program tersebut.”

Untuk merealisasikan kontribusi tersebut, Pemerintah Desa Swarga Bara terus mengintensifkan upaya pemberdayaan masyarakat menuju kemandirian ekonomi. Wahyu menjelaskan bahwa melalui alokasi Dana Ketahanan Pangan, pemerintah desa secara berkala membantu petani dengan penyediaan berbagai jenis bibit, termasuk jagung, bayam, dan kol.

Namun, Wahyu menekankan bahwa bantuan tersebut bersifat mendidik dan bersifat temporer. “Kami menerapkan pola pengurangan bantuan secara bertahap. Jika di awal kita bantu 100 persen, tahun berikutnya dikurangi menjadi 75 persen, lalu 50 persen. Harapannya, mereka bisa berdikari (berdiri di kaki sendiri) dan kelompok tani yang sudah mandiri itu dapat digantikan oleh kelompok baru yang siap kita bantu,” tutur Wahyu, menjelaskan filosofi di balik program kemandirian kelompok tani.

Selain aspek pendanaan, pemerintah desa juga menjalin koordinasi erat dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Kerja sama ini bertujuan memberikan edukasi dan bimbingan teknis kepada para petani agar mereka mampu menyesuaikan jenis dan volume produksi sesuai dengan standar dan kebutuhan pasar dari program MBG. Melalui pola kolaborasi yang terstruktur ini, Wahyu berharap ekonomi desa dapat semakin kuat dan mampu mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi prioritas pemerintah daerah. (Adv/KOM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *