Berita

IDI Kutim Bersama PERKI, YJI dan PPNI Gelar Pelatihan BHD di SMA Negeri 2 Sangatta

244
×

IDI Kutim Bersama PERKI, YJI dan PPNI Gelar Pelatihan BHD di SMA Negeri 2 Sangatta

Share this article

Sangatta, 25 September 2026 — Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kutai Timur berkolaborasi dengan PERKI Cabang Samarinda, Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kutai Timur, dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Cabang Kutai Timur menggelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) di SMA Negeri 2 Sangatta, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan dibuka oleh Kepala SMA Negeri 2 Sangatta, Hasrul, S.S., M.Pd., serta dihadiri Ketua IDI Cabang Kutai Timur dr. Fathurrahman dan Sekretaris YJI Cabang Kutai Timur Supiansyah Burhan.

Dalam sambutannya, Ketua IDI Cabang Kutai Timur menekankan bahwa niat baik untuk menolong seseorang dalam kondisi gawat darurat saja belum cukup. Niat tersebut perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang benar agar pertolongan yang diberikan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan aman.

“Keinginan untuk menolong adalah modal pertama, tetapi niat baik saja tidak cukup. Kita perlu ilmu dan keterampilan. Melalui pelatihan BHD ini, para siswa diharapkan tidak hanya berani menolong, tetapi juga tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya dengan benar.”

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi kolaborasi yang lebih luas antara IDI Cabang Kutai Timur dan SMA Negeri 2 Sangatta, khususnya dalam edukasi kesehatan bagi remaja.

Kolaborasi ke depan dapat mencakup berbagai isu yang dekat dengan kehidupan pelajar, mulai dari kesehatan remaja dan kesehatan reproduksi, pencegahan perundungan (bullying), hingga edukasi kesehatan mental. Sekolah dinilai menjadi ruang strategis untuk membangun kesadaran hidup sehat sejak usia muda.

Materi BHD disampaikan oleh dr. Farid Hidayat, Sp.JP, meliputi pengenalan kondisi henti jantung, langkah awal pertolongan, serta prinsip resusitasi jantung paru. Selanjutnya, dr. Elok Nurlisa Artiko, Sp.JP memandu demonstrasi dan praktik BHD sehingga para siswa dapat mencoba secara langsung teknik pertolongan menggunakan manekin.

Kegiatan juga dirangkaikan dengan pemeriksaan EKG dan tekanan darah bagi guru serta tenaga kependidikan.

Melalui kegiatan ini, IDI Cabang Kutai Timur berharap kolaborasi antara tenaga kesehatan dan sekolah tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi berkembang menjadi program edukasi kesehatan yang berkelanjutan bagi para pelajar.

“Dari sekolah, kita tidak hanya membentuk generasi yang cerdas, tetapi juga generasi yang sehat, peduli, dan siap menolong sesama.”(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *