Berita

Jadi Barometer Manajemen Risiko dan GCG, Perumda TTB Kutim Terima Kunjungan Kerja Perumda Tirta Taman Bontang

406
×

Jadi Barometer Manajemen Risiko dan GCG, Perumda TTB Kutim Terima Kunjungan Kerja Perumda Tirta Taman Bontang

Share this article

​SANGATTA – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Tuah Benua (TTB) Kutai Timur resmi menerima kunjungan kerja dari jajaran manajemen Perumda Air Minum Tirta Taman Kota Bontang pada Kamis (9/7/2026). Pertemuan yang berlangsung di Kantor Pusat Perumda TTB Kutim ini difokuskan sebagai wadah koordinasi sekaligus saling berbagi pengalaman terkait implementasi Manajemen Risiko serta Good Corporate Governance (GCG).

​Rombongan dari Kota Bontang dipimpin langsung oleh Direktur Perumda Tirta Taman, Suramin. Turut hadir mendampingi dalam delegasi tersebut antara lain Tenaga Ahli Administrasi Umum dan Keuangan Dadi Gunawan, Kepala SPI Mulia Nurdin, Manajer Pemasaran Agus Nar Said, Supervisor Produksi Danang Yuda Wesa, Supervisor Perawatan Titus Dedi Palianus, serta Supervisor Umum dan Personalia Nubuat.

​Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Direktur Utama Perumda TTB Kutai Timur, Suparjan. Beliau didampingi oleh jajaran manajemen senior TTB Kutim, di antaranya Manajer Teknik Rudiansyah, Manajer Keuangan Reza Alman Falutti, Manajer Umum Noor Hadi Syaputra, Manajer Satuan Pengawas Internal (SPI) Agus Sugiharto, serta Asisten Manajer Manajemen Risiko Binti Usdalifah.

​Dalam sambutannya, Direktur Utama Perumda TTB Kutim, Suparjan, mengenang kembali kedekatan historis wilayah Kutai Timur dan Bontang yang dahulunya berada di bawah naungan Kabupaten Kutai, sebelum akhirnya dimekarkan melalui Undang-Undang Nomor 47 Tahun 1999.

​”Dulu kita satu wadah dan satu akta. Kini, kita bertugas di daerah masing-masing yang berbeda namun tetap menjaga silaturahmi yang erat,” ujar Suparjan.

​Lebih lanjut, Suparjan memaparkan gambaran umum mengenai profil operasional Perumda TTB Kutim. Saat ini, perusahaan telah hadir di 18 kecamatan dan melayani 59 desa dari total 141 desa di Kabupaten Kutai Timur. Secara administrasi, cakupan pelayanan baru mencapai 57,19%, namun secara teknis telah menyentuh angka 83,11%.

​Hingga bulan ini, jumlah pelanggan Perumda TTB Kutim tercatat sebanyak 55.614 sambungan dengan total kapasitas produksi mencapai sekitar 725 liter per detik, yang tersebar di 26 unit pengolahan. Operasional ini didukung oleh 335 orang pegawai. Terkait laporan kinerja keuangan dan operasional, Suparjan menyebutkan bahwa evaluasi oleh BPKP telah dilakukan dan saat ini masih menunggu hasil review resmi.

​Senada dengan hal tersebut, Direktur Perumda Tirta Taman Bontang, Suramin, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran direksi TTB Kutim yang telah meluangkan waktu di tengah kesibukan yang padat. Ia menegaskan bahwa agenda kali ini merupakan agenda “studi tiru” untuk menyerap ilmu tata kelola perusahaan yang baik dari Kutai Timur.

​”Kami datang untuk menimba ilmu dan melakukan studi tiru, bukan studi banding. Kami di Bontang direkomendasikan langsung oleh BPKP untuk mencontoh daerah yang sudah siap dan mapan dalam pengelolaan risiko serta GCG, salah satunya adalah Perumda TTB Kutai Timur ini,” ungkap Suramin.

​Suramin secara terbuka memaparkan potret kondisi Perumda Tirta Taman Bontang yang saat ini memiliki 37.000 pelanggan di 3 kecamatan dan 15 kelurahan. Dengan pertumbuhan penduduk yang relatif kecil dan keterbatasan wilayah pesisir, pertumbuhan pelanggan di Bontang terhitung stagnan. Selain itu, pasokan air baku juga menjadi tantangan besar lantaran kapasitas produksi saat ini baru 500 liter per detik, alias masih minus sekitar 180 liter per detik dari kebutuhan riil.

​Menariknya, tingkat konsumsi air masyarakat Bontang menyerupai kota metropolitan, yakni mencapai 30 hingga 35 meter kubik per sambungan rumah tangga setiap bulannya. Untuk mengatasi krisis air baku, Suramin bersyukur mendapat dukungan penuh dari Kutai Timur melalui rencana pemanfaatan void (lubang bekas tambang) PT Indominco yang diharapkan terealisasi tahun ini.

​Dalam kesempatan tersebut, Suramin juga menyampaikan permohonan maaf sekaligus koordinasi terkait pelayanan air bersih bagi sekitar 600 warga di wilayah Sidrap (daerah perbatasan), yang dilakukan atas dasar kemanusiaan. Ia berharap koordinasi lintas wilayah ini dapat diselesaikan dengan solusi terbaik ke depannya, mengadopsi kerja sama yang telah dilakukan oleh Kukar dan Samarinda. Saat ini Perumda Tirta Taman didukung oleh 130 orang karyawan yang dipimpin oleh satu direktur dan tiga manajer.

​Memasuki agenda inti, jalannya pemaparan materi dibagi menjadi dua sesi fokus. Sesi pertama mengenai strategi penerapan Manajemen Risiko dipaparkan langsung oleh Asisten Manajer Manajemen Risiko Perumda TTB Kutim, Binti Usdalifah.

​Selanjutnya, pemaparan materi mengenai pilar-pilar GCG yang selama ini melandasi operasional pelayanan disampaikan oleh Manajer SPI Perumda TTB Kutim, Agus Sugiharto. Kedua pemaparan tersebut memicu diskusi interaktif dan sesi tanya jawab yang dinamis antara jajaran manajemen kedua Perumda. Pihak Bontang berharap komunikasi dan proses transfer knowledge ini dapat terus berlanjut secara berkelanjutan demi perbaikan kinerja perusahaan ke depan.

​Rangkaian kunjungan kerja kemudian ditutup dengan penyerahan cendera mata sebagai bentuk apresiasi dan komitmen penguatan hubungan kerja sama kedua perusahaan daerah, lalu dilanjutkan dengan sesi foto bersama. (Am)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *