Olahraga

Ketua ORADO Kaltim Sebut Turnamen Domino Piala Panglima di Kutim Sarat Filosofi dan Ukir Sejarah Rekor MURI

217
×

Ketua ORADO Kaltim Sebut Turnamen Domino Piala Panglima di Kutim Sarat Filosofi dan Ukir Sejarah Rekor MURI

Share this article

​SANGATTA– Ketua Pengurus Provinsi (Pemprov) Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Kalimantan Timur, H. Muhammad Awaluddin, menyebut pelaksanaan Open Turnamen Domino Piala Panglima di Kodim 0909/Kutai Timur bukan sekadar ajang unjuk ketangkasan, melainkan momen pengukiran sejarah berskala nasional.

​Turnamen yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada Minggu (27/9/2026) ini, menjadi bagian dari pemecahan Rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) yang dilaksanakan serentak di 101 kota se-Indonesia.

​”Saya selaku Ketua Pemprov ORADO Kaltim sangat bangga. Hari ini kita tidak hanya main domino, hari ini kita sedang mengukir sejarah.

Bayangkan, turnamen ini diadakan serentak dari Sabang sampai Merauke. Kalau biasanya MURI itu rekor makan kerupuk, kali ini rekor MURI ngocok batu domino seluruh Indonesia Raya,” ungkap Awaluddin dengan penuh antusiasme.

​Lebih lanjut, Awaluddin memaparkan alasan kuat mengapa turnamen ini sangat relevan diselenggarakan di markas komando militer. Menurutnya, olahraga domino memiliki kemiripan dengan seni peperangan yang membutuhkan taktik matang.

​”Main domino itu butuh strategi seperti perang. Butuh disiplin, fokus, dan mental baja. Dan ingat, karena ini di Kodim, kalau kartu sedang jelek jangan banting meja. Yang datang melerai nanti bukan wasit, tapi Provos,” candanya yang disambut hangat oleh para peserta.

​Di balik keseruan dan strategi permainan, Awaluddin menekankan bahwa Piala Panglima TNI ini membawa pesan moral dan filosofi hidup yang mendalam, khususnya terkait sinergisitas antara TNI dan masyarakat.

​”Panglima ingin kita semua kompak. Lewat domino kita diajarkan filosofi hidup: kalau dapat kartu balaknya banyak, jangan mengeluh; kalau dapat kartu bagus terus, jangan sombong. Yang paling penting, sejelek apa pun kartu kita, tetap harus ada teman di sebelah yang bisa diajak kerja sama. Itulah cerminan TNI dan rakyat,” tegasnya.

​Menutup arahannya, Awaluddin berpesan kepada seluruh peserta untuk senantiasa menjunjung tinggi sportivitas. Ia mengingatkan bahwa kemenangan adalah bonus dari sebuah ajang silaturahmi. Ia pun menyemangati para peserta dengan pantun khas daerah.

​”Dari Sangkulirang bawa ikan kerapu,
Ikan disimpan dalam perahu.
Terima kasih Kodim Kutai Timur,
ORADO Kaltim kompak selalu.”

​”Mari kita pecahkan rekor MURI dari Kutai Timur untuk Indonesia! ORADO Jaya, TNI Prima!” tutup Awaluddin memompa semangat.

​Sebagai informasi, turnamen bersejarah yang diikuti oleh 64 pasang peserta ini dibuka secara resmi oleh Dandim 0909/Kutim Letkol Czi Zainal Abidin, serta turut dihadiri oleh Danlanal Sangatta Letkol Laut Yahya Januarko, Ketua ORADO Kutim Johar, dan jajaran Forkopimda Kutai Timur.(Kw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *