
KUTAI TIMUR – Ajang kejuaraan panjat tebing bergengsi tingkat nasional, Nasional Climbing Series 3 – Bupati Kutai Timur Cup Ke-V Tahun 2026, telah resmi berakhir pada Rabu malam (14/10/2026) di Sport Climbing Centre, FPTI Kutim, Sangatta. Penutupan kompetisi olahraga tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kutai Timur (Wabup Kutim), H. Mahyunadi, S.E., M.Si., dalam sebuah acara puncak yang berlangsung meriah.
Turut hadir dalam acara penutupan tersebut sejumlah pejabat penting, di antaranya perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kutim (Dandim, Kapolres, dan Danlanal). Hadir pula Kepala Dinas Kominfo Statistik & Persandian, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora), Ketua KONI Kutim, serta jajaran pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) dari tingkat pusat hingga daerah. Rangkaian penutupan ini juga diisi dengan penyampaian laporan hasil kompetisi (event delegate) oleh Ketua FPTI Kabupaten Kutai Timur, Muh. Efendi, S.T.
Dalam sambutannya, Wabup Mahyunadi menyampaikan apresiasi atas kelancaran acara dan menyoroti lonjakan jumlah peserta yang sangat signifikan. Ia menyebutkan bahwa peserta tahun ini meningkat drastis dari sekitar 90-an orang pada tahun lalu menjadi lebih dari 200 peserta. Menurutnya, tingginya minat peserta ini tak lepas dari jaminan sportivitas kompetisi yang diselenggarakan di Kutai Timur.

”Ini membuktikan bahwa di Kutai Timur mengedepankan fair play. Tidak ada pengaturan skor. Kalau ada pengaturan skor, orang pasti malas datang. Di panjat tebing, semuanya adalah ukuran yang jelas dan transparan,” tegas Mahyunadi.
Lebih lanjut, Mahyunadi memuji karakteristik olahraga panjat tebing yang dinilainya sangat cocok dengan postur fisik atlet Indonesia. Ia mencontohkan bagaimana Indonesia mampu mendominasi dan meraih gelar juara dunia hingga medali Olimpiade karena olahraga ini mengandalkan teknik, kecepatan, dan kelincahan, alih-alih benturan fisik semata. Ia juga memuji FPTI yang memiliki sistem penilaian dan rekrutmen yang sangat transparan, khususnya di nomor speed, sehingga meminimalisasi praktik nepotisme yang kerap menghambat kemajuan di beberapa cabang olahraga lain.
Terkait hal tersebut, Mahyunadi memberikan pesan khusus kepada Ketua KONI dan Kadispora Kutim untuk terus menerapkan sistem rekrutmen yang adil dan jujur di seluruh cabang olahraga. “Lakukan rekrutmen dengan sebaik-baiknya, seadil-adilnya, dan sejujur-jujurnya agar tidak mencederai atlet kita yang memang layak juara. Apalagi kita sekarang sedang bersiap menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov),” pesannya.

Melihat antusiasme atlet usia dini di lokasi acara, Mahyunadi mengaku terharu dan berharap pembinaan terus dilakukan secara berkelanjutan. Namun, pada penghujung arahannya, ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta dan hadirin karena tidak dapat mengikuti sesi penyerahan piala dan medali hingga usai. Hal ini dikarenakan adanya kondisi darurat berupa kebakaran lahan yang cukup besar di kawasan pinggiran kota.
”Saya harus segera ke sana untuk memberikan komando secara sigap dan menyemangati para petugas pemadam kebakaran (firefighter) kita yang sedang berjuang memadamkan api,” jelasnya mengakhiri sambutan, sekaligus menutup kejuaraan tersebut secara resmi. (ADV/Diskominfo Kutim)

