Kutai TimurPemerintahan

Pelaku Sejarah Lokal Dilibatkan dalam Penyusunan Buku Sejarah Kutim

242
×

Pelaku Sejarah Lokal Dilibatkan dalam Penyusunan Buku Sejarah Kutim

Share this article

SANGATTA – Penyusunan buku sejarah lokal Kutai Timur tidak hanya mengandalkan literasi yang telah tersedia. Tim juga melibatkan masyarakat dan para pelaku sejarah yang masih memiliki pengalaman langsung terhadap berbagai peristiwa masa lalu di daerah ini.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kutai Timur memfasilitasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim dalam proses penggalian dan penyusunan kajian sejarah tersebut. Fasilitasi dilakukan untuk membantu memastikan berbagai sumber sejarah lokal dapat dihimpun dan dikaji sebelum dituangkan dalam bentuk buku.

Sekretaris BRIDA Kutim M. Apandi, mewakili Kepala BRIDA Kutim Yuliansyah, mengatakan keterlibatan para pelaku sejarah menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Terlebih, masih terdapat sejumlah tokoh yang pernah mengalami langsung berbagai peristiwa di masa lalu.

Bahkan, dalam proses penggalian informasi ditemukan pelaku sejarah yang usianya telah lebih dari 70 tahun. Pengalaman mereka dinilai menjadi sumber penting untuk melengkapi catatan sejarah yang akan dituangkan dalam buku.

“Harapan kami beliau bisa meluapkan semua pengalamannya, semua peristiwa yang pernah dialami agar khazanah buku sejarah ini betul-betul bisa mewakili,” ujar Apandi.

Ia mengakui, dalam menggali sejarah lokal, perbedaan informasi menjadi sesuatu yang tidak terhindarkan. Setiap pelaku sejarah dapat memiliki ingatan dan versi berbeda terhadap sebuah peristiwa. Karena itu, tim berupaya mencari titik temu dengan membandingkan berbagai informasi yang diperoleh.

Penggalian sejarah juga tidak hanya menyangkut peristiwa besar. Berbagai aspek kehidupan masyarakat turut dibahas, mulai dari sejarah makanan, pakaian, pesta adat hingga tradisi yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurut Apandi, seluruh informasi tersebut perlu digali secara terbuka agar sejarah Kutai Timur dapat ditulis dengan lebih lengkap. Termasuk nilai, adab dan etika yang berkembang di tengah masyarakat pada masa lalu.

“Gambaran baik dari Kutai Timur itu bisa berlanjut dengan menjaga adab dan etika di seluruh generasi berikutnya,” katanya.

Ia berharap fasilitasi BRIDA bersama Disdikbud dan keterlibatan para pelaku sejarah dapat memperkaya khazanah sejarah daerah. Buku yang disusun nantinya diharapkan menjadi dokumentasi sekaligus warisan pengetahuan bagi generasi berikutnya.(ADV/Diskominfo Kutim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *