Berita

Penguatan Kemandirian Fiskal: Pemkab Kutim Tegaskan Komitmen Tata Kelola Pajak Berkelanjutan

406
×

Penguatan Kemandirian Fiskal: Pemkab Kutim Tegaskan Komitmen Tata Kelola Pajak Berkelanjutan

Share this article

SANGATTA – Dalam upaya mewujudkan kemandirian fiskal dan pembangunan daerah yang merata, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) kembali menggarisbawahi pentingnya tata kelola pajak yang transparan dan terstruktur. Penegasan ini disampaikan dalam rangkaian acara Gebyar dan Reward Pajak Kutim 2025, sebuah inisiatif untuk memperkuat budaya kepatuhan pajak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang stabil.

Langkah strategis ini sejalan dengan visi ambisius daerah, yaitu menjadikan Kutim sebagai wilayah yang Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing, di mana pondasi keuangan yang kuat menjadi kunci bagi pembangunan yang inklusif.

Acara yang dilaksanakan di Ruang Akasia GSG Bukit Pelangi pada Kamis (6/11/2025) ini mengusung tema ajakan “Yok Etam Taat Pajak, untuk Kutim Semakin Maju”. Kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan tertinggi bagi para wajib pajak (WP) patuh yang disiplin dalam pelaporan dan pembayaran pajak daerah tepat waktu.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut para tokoh penting daerah, termasuk Bupati Ardiansyah Sulaiman, Wakil Bupati Mahyunadi, Ketua DPRD Jimmy, perwakilan dari Bankaltimtara, serta jajaran Forkopimda.

Kepala Bapenda Kutim, Syafur, melaporkan bahwa apresiasi diberikan kepada 100 wajib pajak terpilih atas konsistensi mereka dalam mematuhi kewajiban pajak secara daring (online). Selain itu, ia juga menambahkan adanya undian Gebyar bagi masyarakat yang berpartisipasi aktif, di mana 75 hadiah telah diundi secara digital melalui aplikasi undian Bapenda Kutim.

Dalam sambutannya, Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, secara tegas menyatakan bahwa tingkat kepatuhan membayar pajak adalah cerminan langsung dari kemajuan pembangunan suatu daerah.

Beliau menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh WP atas kontribusi mereka dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bupati juga mendorong Bapenda agar tidak berhenti berinovasi dalam menggali sumber-sumber pajak baru di seluruh penjuru Kutim, termasuk kawasan pedesaan dan pelosok.

“Pemberian penghargaan kepada wajib pajak yang taat adalah salah satu cara untuk meningkatkan penerimaan PAD, selain terus menggali potensi pendapatan yang ada,” tutur Bupati.

Bupati Ardiansyah Sulaiman secara khusus menyoroti salah satu sektor yang dinilai memiliki potensi luar biasa untuk mendongkrak PAD: komoditas sarang burung walet. Ia menyebutkan bahwa Kutim memiliki banyak sentra produksi walet yang tersebar luas hingga ke pelosok kecamatan.

“Potensi besar dari sarang burung walet di Kutim ini harus dikelola dengan optimal. Jika didukung oleh kesadaran pajak yang tinggi dari para pengusaha walet, ini bisa menjadi sumber PAD yang sangat menjanjikan di masa depan,” tutupnya.

Inisiatif seperti Gebyar dan Reward Pajak 2025 yang diselenggarakan oleh Pemkab Kutim melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk taat pajak demi kemajuan bersama.(Adv/Hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *