Berita

Produk Lokal Wajib ‘Dandan’, Teguh: Kemasan Adalah ‘Lipstik’ Penentu Daya Beli UMKM Kutim

375
×

Produk Lokal Wajib ‘Dandan’, Teguh: Kemasan Adalah ‘Lipstik’ Penentu Daya Beli UMKM Kutim

Share this article

KUTAI TIMUR – Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kutai Timur (Kutim), Teguh Budi Santoso, menyoroti urgensi perubahan pola pikir di kalangan pelaku usaha kecil. Ia menegaskan bahwa kemasan (packaging) dan tampilan visual kini menjadi faktor penentu utama yang memengaruhi keputusan pembeli, menempatkannya setara dengan kualitas rasa produk itu sendiri.

Teguh menggunakan analogi sederhana untuk mengubah perspektif pelaku UMKM yang masih menggunakan kemasan seadanya, bahkan plastik kresek.

“Coba bayangin, kalau perempuan keluar rumah enggak pakai bedak, enggak pakai lipstik, pasti kurang percaya diri kan? Nah, produk juga gitu. Kemasan itu ibarat lipstik dan bedak bagi produk. Jangan pakai kresek lagi. Buat yang bagus, biar orang mau beli,” tegas Teguh Budi Santoso saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurut Teguh, saat ini konsumen melakukan pembelian bukan hanya didorong oleh kebutuhan, tetapi juga ketertarikan visual (eye-catching). “Sekarang orang beli bukan cuma karena rasa, tapi karena tampilan juga. Kalau kemasannya bagus, pembeli langsung tertarik,” ujarnya.

Dinas Koperasi dan UMKM merespons kebutuhan ini dengan gencar memberikan pelatihan intensif mengenai desain, labeling, dan visual branding produk lokal. Teguh menjelaskan bahwa perubahan kecil pada tampilan kemasan dapat memberikan dampak penjualan yang signifikan.

“Kita ajari cara bikin label, logo, sampai foto produk yang menarik. Sekarang orang lihat barang itu dari mata dulu, baru rasa. Kadang cuma ganti bungkus aja udah beda banget hasilnya. Yang tadinya susah laku, jadi cepat habis,” paparnya.

Teguh berharap pelaku UMKM di Kutim tidak takut untuk berinovasi dan proaktif mengembangkan diri. Selain pelatihan teknis, dinas siap menjadi fasilitator promosi. Produk unggulan UMKM lokal didorong untuk tampil dalam pameran resmi dan dipromosikan melalui media sosial agar semakin dikenal luas.

“Kita dorong mereka berani coba hal baru. Kalau enggak mulai, kapan lagi. Kita bantu tampilkan produk mereka di acara-acara resmi,” katanya.

Ia menekankan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hanyalah pemicu. Keberhasilan akhir sepenuhnya ditentukan oleh inisiatif dan semangat kewirausahaan pelaku usaha itu sendiri.

“Intinya, jangan minder. Produk lokal Kutim itu enggak kalah. Asal dikemas menarik, pembeli pasti melirik dan produk kita bisa bersaing,” tutup Teguh. (ADV/KOM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *