
SANGATTA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersinergi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) resmi menggelar “Workshop Monitoring Kesiapan Fisik dan Performa Atlet Menuju PORPROV VIII Kaltim”, Selasa (29/9/2026). Bertempat di Gedung KONI Kutim, kegiatan ini dirancang khusus sebagai langkah strategis untuk mendongkrak prestasi kontingen daerah.
Ketua Panitia Workshop, Aleks Bhajo, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bekal krusial bagi para pelatih. Tujuannya adalah untuk mendidik serta memantau performa atlet dengan tolok ukur yang terstruktur dan berbasis data.
”Workshop ini bertujuan meningkatkan prestasi serta pengetahuan pelatih di Kutim dalam mempersiapkan diri menuju Porprov di Paser pada November mendatang. , dengan bekal ini, Kutim yang pada ajang sebelumnya meraih juara tiga, bisa naik peringkat menjadi juara dua,” ujar Aleks dalam sambutannya.
Terkait waktu persiapan yang dinilai cukup singkat oleh narasumber utama sekaligus pakar sport science, Wahyu, Aleks merespons dengan penuh optimisme. Ia tidak menampik bahwa idealnya program pemantauan fisik semacam ini sudah berjalan sejak Januari 2026.
”Bagi saya selaku ketua panitia, tidak ada hal yang tidak mungkin. Lebih baik sedikit terlambat daripada tidak melaksanakannya sama sekali. Ini adalah upaya maksimal agar setiap cabang olahraga (cabor) memiliki target yang pasti dalam menyiapkan diri,” tegasnya.
Untuk menyiasati keterbatasan waktu, panitia memutar otak dengan menerapkan format acara yang lebih terfokus. Workshop yang dijadwalkan berlangsung hingga Jumat (2/10/2026) ini tidak digelar secara massal, melainkan dibagi ke dalam beberapa sesi kecil berdasarkan kategori masing-masing cabor.
”Pendekatan ini sengaja kami lakukan agar peserta lebih fokus. Para pelatih utusan cabor bisa berdiskusi secara langsung dan mendalam dengan pemateri. Meski sesi hari ini baru akan selesai sekitar pukul 19.30 WITA, hal ini semata-mata agar kita benar-benar memahami kesiapan teknis setiap cabor menghadapi Porprov nanti,” jelas Aleks.
Lebih lanjut, Aleks menilai langkah pemantauan berbasis data (digitalisasi) ini sebagai fondasi baru bagi pembinaan olahraga di Kutai Timur. Ia juga mengapresiasi gebrakan tersebut sebagai warisan positif dari kepengurusan KONI saat ini.
”Ini menjadi legacy terbaik dari kepemimpinan Bapak H. Rudi Hartono. Kepengurusan sebelumnya belum pernah melakukan pendekatan seperti ini. Ke depan, KONI Kutim sudah memiliki fondasi dan tata cara standar dalam mengelola masa persiapan atlet. Saya berharap program baik ini dapat terus berkelanjutan,” tutupnya.(kW)

