Berita

Sekolah di Kutim Wajib Bebas Kekerasan, Mengajar Harus dengan Hati

381
×

Sekolah di Kutim Wajib Bebas Kekerasan, Mengajar Harus dengan Hati

Share this article

KUTAI TIMUR – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur, Mulyono, menegaskan komitmen daerah untuk memastikan seluruh satuan pendidikan bebas total dari segala bentuk kekerasan. Ia menekankan bahwa regulasi pemerintah terkait larangan kekerasan di lingkungan sekolah sudah sangat jelas dan harus menjadi pedoman utama bagi setiap pendidik.

“Tidak ada lagi kekerasan di sekolah. Kami berharap para guru dapat menyesuaikan diri dengan kondisi ini. Mengajar itu harus dengan hati, bukan dengan kekerasan,” tegas Mulyono, menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam proses mendidik.

Mulyono menyebutkan bahwa hingga saat ini, laporan kasus kekerasan yang masuk ke Disdikbud Kutai Timur terbilang sangat minim. Jika pun terjadi, kasus tersebut umumnya merupakan insiden ringan yang dapat diselesaikan secara damai melalui mediasi antara pihak sekolah dan orang tua siswa, tanpa perlu memicu polemik di ruang publik.

Ia menjelaskan, apabila terdapat kasus serupa di kemudian hari, Disdikbud tetap akan mengedepankan langkah mediasi dan pendekatan kekeluargaan. Konsep penyelesaian damai ini sejalan dengan prinsip restorative justice yang kini diterapkan dalam penanganan kasus-kasus pendidikan.

“Kalau memang terjadi, kami akan berusaha untuk mendamaikan dan memediasi terlebih dahulu. Jika jalur kekeluargaan ini tidak mencapai titik temu, barulah ada pertimbangan untuk menempuh jalur hukum,” tambah Mulyono.

Lebih lanjut, Mulyono mengingatkan bahwa meskipun para guru adalah profesional yang menghadapi dinamika peserta didik, profesionalisme dalam menjalankan tugas harus tetap dijaga. Ia menekankan perlunya para pendidik membangun karakter yang bijaksana, penuh perhatian, dan menjauhi praktik kekerasan.

Melalui penegasan ini, Disdikbud Kutim berkomitmen kuat untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan sepenuhnya bebas dari kekerasan, demi memastikan bahwa proses pendidikan dapat berlangsung secara positif dan manusiawi.(ADV/KOM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *