
SANGATTA – Dalam rangka memperkuat identitas nasional dan mengapresiasi kearifan lokal, SMKN 1 Sangatta Utara menyelenggarakan kegiatan Kurikulum P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) yang berfokus pada budaya Kutai. Kegiatan ini diadakan secara hybrid, baik daring maupun luring, di aula sekolah pada hari Senin, 3 Juni 2024.
Kepala SMKN 1 Sangatta Utara, Bapak Abu Bakar, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam kurikulum P5. “Kami berusaha mencari tokoh yang dapat membagikan pengetahuan tentang budaya Kutai. Kami beruntung karena Bapak Achmad Junaidi B, seorang tokoh terkemuka, bersedia berbagi ilmunya di sini,” ujar Bapak Abu Bakar.
Beliau menekankan pentingnya pelestarian budaya Kutai sebagai bagian dari pembangunan Kutim dan mengajak para siswa untuk menghormati adat istiadat yang ada.

Achmad Junaidi B, narasumber yang diundang, membagikan pengetahuan mendalam tentang adat perkawinan Kutai dan makanan khas daerah tersebut. Beliau menjelaskan lima prosesi adat dalam upacara pernikahan Kutai, mulai dari prosesi melamar dengan penyerahan Mandau atau cincin kawin, hingga prosesi naik mentuha yang merupakan puncak dari upacara adat Kutai bangsawan.
“Prosesi adat ini tidak hanya sekedar ritual, tetapi juga mengandung filosofi mendalam tentang kehidupan dan hubungan antar manusia,” tutur Achmad Junaidi B, yang lahir di Kecamatan Muara Ancalong pada 10 Maret 1972.
Salah satu makanan khas Kutai yang dibahas adalah nasi bekepor, yang unik karena cara memasaknya yang tradisional menggunakan tungku kayu bakar.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap budaya Kutai di kalangan pelajar, sekaligus memperkaya kurikulum pendidikan dengan nilai-nilai lokal yang autentik.(*)

