Berita

Sudirman Latif: 145 Mahasiswa STAIS Diutus sebagai ‘Ujian Karakter’ dan Agen Perubahan Kutim

383
×

Sudirman Latif: 145 Mahasiswa STAIS Diutus sebagai ‘Ujian Karakter’ dan Agen Perubahan Kutim

Share this article

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Asisten Administrasi Umum Seskab, Sudirman Latif, secara resmi melepas 145 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta (STAIS) untuk melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Prosesi pelepasan pada Senin (10/11/2025) ini dijadikan Sudirman Latif sebagai mimbar untuk menyampaikan instruksi kunci dari Pemkab: KKL adalah arena pembuktian attitude dan kemampuan adaptasi.


Dalam amanatnya, Sudirman Latif menekankan bahwa keberhasilan KKL dua bulan di 11 desa di Kecamatan Muara Wahau dan Kombeng sangat bergantung pada kompetensi utuh yang dimiliki mahasiswa. Ia menggarisbawahi tiga elemen krusial:

  1. Profesionalisme (Tahu)
  2. Skill (Bisa)
  3. Attitude (Mau)

Menurut Sudirman, attitude atau sikap pengabdian yang tulus adalah unsur penentu utama. “Pengalaman turun ke masyarakat bukan sekadar mengamalkan teori, tetapi juga ujian nyata terhadap karakter dan kemampuan adaptasi,” ujarnya, sembari membagikan refleksi pengalamannya sendiri saat KKN tahun 1988.

Menyikapi program kerja di lapangan, Sudirman Latif memberikan panduan praktis yang tegas, mewakili harapan Pemkab Kutim terhadap dampak KKL:

  • Tolak Ego: Mahasiswa diminta menanggalkan ego program studi dan mengutamakan kebersamaan lintas prodi. Hal ini penting karena di mata masyarakat, mahasiswa dianggap “serba tahu” dan wajib memberikan contoh yang baik.
  • Wajib Koordinasi: Koordinasi yang intensif dan menyeluruh—dari tingkat Kecamatan, Desa, hingga RT—adalah keharusan agar program yang dirancang realistis dan tepat sasaran.
  • Larangan “Bongkahan Program”: Peserta KKL dilarang keras meninggalkan proyek yang tidak terselesaikan. “Rancang program yang betul-betul tuntas dalam waktu singkat, namun memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Jangan tinggalkan bongkahan program yang tak selesai,” tegasnya.

Sudirman Latif juga memanfaatkan kesempatan ini untuk mengapresiasi kontribusi STAIS dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas di Kutim. Ia mencatat bahwa banyak alumni STAIS kini sukses dan menunjukkan kinerja baik di berbagai Perangkat Daerah (PD).

Menutup sambutannya, Sudirman secara resmi memberangkatkan mahasiswa dengan harapan mereka mampu menjaga marwah STAIS dan bertindak sebagai agen pembaruan yang membawa perubahan positif di tengah masyarakat.

“Selamat jalan, selamat mengabdi, dan jagalah marwah STAIS. Tunjukkan bahwa kalian adalah mahasiswa yang mampu menjadi contoh serta membawa perubahan,” pungkasnya. (Adv/Hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *