Berita

Teguh Budi Santoso: Akses Modal UMKM Kutim Terkendala Mental ‘Takut Kredit’ dan Administrasi Usaha

376
×

Teguh Budi Santoso: Akses Modal UMKM Kutim Terkendala Mental ‘Takut Kredit’ dan Administrasi Usaha

Share this article

KUTAI TIMUR – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kutai Timur, Teguh Budi Santoso, menyoroti masalah klasik yang terus menghambat kemajuan UMKM di Kutim: sulitnya akses modal ke lembaga perbankan. Menurutnya, kendala utama bukan hanya pada pihak bank, melainkan pada kesiapan mental dan administrasi dari pelaku usaha itu sendiri.

Teguh mengakui bahwa banyak pelaku UMKM yang memilih mundur saat dihadapkan pada proses pengajuan pinjaman, meskipun bank sudah menunjukkan keterbukaan.

“Sudah kita arahkan ke bank, ke BPR atau BPD, tapi banyak yang mundur. Katanya takut, enggak mau kredit karena takut enggak bisa bayar,” ujar Teguh Budi Santoso.

Teguh menjelaskan bahwa perbankan di Kutim sebenarnya cukup welcome terhadap pengajuan UMKM. Namun, kepercayaan sulit dibangun jika pelaku usaha tidak memiliki catatan yang rapi. Ia menemukan banyak usaha kecil yang masih beroperasi tanpa laporan keuangan dasar.

“Pelakunya sendiri yang kadang enggak siap. Ada juga yang belum punya catatan usaha yang rapi. Kalau mau pinjam ya harus ada bukti usaha, ada omzet, ada laporan. Kalau enggak ada, bank juga susah percaya,” katanya, menekankan pentingnya akuntabilitas.

Untuk mengatasi hambatan ini, Teguh Budi Santoso mengungkapkan bahwa Dinas Koperasi dan UMKM aktif mengedukasi para pelaku usaha agar mulai menata administrasi mereka.

“Kita latih mereka cara bikin pembukuan sederhana. Biar kalau mau pinjam modal, bank bisa nilai layak atau tidak,” jelasnya.

Selain edukasi, Teguh juga menyebut pemerintah daerah tengah menjajaki kemungkinan pembentukan lembaga keuangan mikro daerah dengan bunga lebih lunak, sebagai jembatan bagi UMKM yang takut terhadap bunga bank konvensional. Meski demikian, ia menekankan semangat kemandirian harus tetap dijaga.

“Pemerintah bantu memfasilitasi, tapi pelaku usaha juga harus berani ambil langkah. Jangan bergantung terus sama bantuan,” tegasnya.

Teguh menilai kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha adalah kunci utama kemajuan sektor ini. Pihaknya bahkan sering turun tangan langsung untuk mendampingi pelaku usaha saat menghubungi bank, dengan tujuan mempermudah proses.

“Enggak bisa kerja sendiri-sendiri. Harus sinergi, biar hasilnya terasa. Kadang kita dampingi langsung. Kita yang jelaskan ke pihak bank supaya prosesnya lebih mudah,” katanya.

Ia menutup dengan harapan agar perbankan terus memberikan perhatian khusus pada sektor UMKM. Menurutnya, kemajuan sektor kecil ini akan otomatis meningkatkan perputaran uang di daerah. “Yang penting sekarang bagaimana kita bangun kepercayaan. Kalau pelaku usaha disiplin, bank juga enggak akan ragu bantu,” tutupnya.(ADV/KOM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *