
SANGATTA – Pengurus Kabupaten (Pengkab) Wushu Kutai Timur resmi menggelar Musyawarah Kabupaten (Muskab) Wushu Indonesia Kabupaten Kutai Timur Tahun 2026 pada Selasa, 12 Mei 2026. Berpusat di Sekretariat Wushu Kutai Timur, Jl. KH. Dewantara No. 44, Sangatta, agenda ini menjadi momentum krusial bagi keberlanjutan organisasi dan akselerasi prestasi atlet di wilayah tersebut.
Sinergi Lintas Sektor Demi Prestasi Nasional
Musyawarah ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Umum Pengprov Wushu Kalimantan Timur, Sopian Nur, S.Ag., M.M., yang mewakili Ketua Umum Pengprov Wushu Kaltim. Dalam arahannya, Sopian menekankan pentingnya sinergi seluruh stakeholder untuk menghadapi Porprov VIII di Kabupaten Paser mendatang.
”Target juara umum bukanlah hal mustahil karena Kutai Timur memiliki histori prestasi yang kuat. Pada babak kualifikasi Porprov di Samarinda, Kutai Timur berhasil menduduki peringkat kedua. Dengan dukungan penuh dari semua lini, prestasi ini sangat mungkin ditingkatkan,” ujar Sopian.

Ia juga mengapresiasi capaian atlet Kutai Timur yang telah mengharumkan nama daerah di kancah nasional, termasuk partisipasi di PON Beladiri, Kejurnas, dan Popnas 2025.
“Konsolidasi organisasi ini adalah langkah vital setelah Musprov tahun lalu untuk memastikan pembinaan tetap berjalan di jalur yang tepat,” tambahnya.
Target Tinggi dari Pemerintah Kabupaten
Dukungan senada datang dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Timur. Mewakili Kadispora, Sekretaris Dispora Muhammad Misbahul Choir, S.E., M.Si., menegaskan bahwa pemerintah menaruh harapan besar pada cabang olahraga Wushu.

”Wushu Kutai Timur memiliki rekam jejak yang impresif dengan raihan lima medali pada Porprov di Berau. Untuk Porprov di Paser nanti, kami menargetkan Kutai Timur masuk tiga besar secara keseluruhan, dan Wushu kami tantang untuk meraih predikat Juara Umum,” tegas Misbahul.
Ia juga mengapresiasi dedikasi kepengurusan sebelumnya dan berharap siapa pun yang terpilih nanti dapat segera menyelesaikan aspek legalitas organisasi agar fokus persiapan atlet tidak terganggu.
Wakil Ketua 5 KONI Kutai Timur, Supiansa, S.P., yang hadir mewakili Ketua Umum KONI, menyoroti aspek legitimasi organisasi. Mengingat Porprov akan digelar pada November 2026, validitas Surat Keputusan (SK) kepengurusan menjadi syarat mutlak pendaftaran kontingen.

”KONI terus menghimbau agar cabor menjaga vitalitas dan kondusivitas organisasi. Legitimasi melalui Muskab ini sangat penting agar proses pendaftaran atlet tidak terkendala teknis administrasi. Kami berharap prestasi Wushu minimal bisa dipertahankan atau bahkan melampaui capaian sebelumnya demi membantu target Kabupaten Kutai Timur masuk tiga besar di tingkat provinsi,” jelas Supiansa.
Ketua Panitia Pelaksana, Opniel Untung T, S.E., M.Si., melaporkan bahwa Muskab ini dilaksanakan berdasarkan amanat AD/ART dan SK Penetapan Panitia tertanggal 4 Mei 2026. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan fasilitas dari KONI dan Dispora.

”Gedung Sekretariat ini adalah wujud nyata dukungan KONI dan Pemerintah Kabupaten. Kami berkomitmen menjalankan mekanisme organisasi yang transparan agar melahirkan kepemimpinan yang sah dan diakui secara hukum,” ungkap Opniel. Ia juga menambahkan bahwa Wushu Kutai Timur terus berupaya keras meningkatkan kualitas atlet, terutama di nomor seni (Taolu) yang membutuhkan persiapan teknis lebih mendalam dibanding nomor tanding (Sanda).
Muskab 2026 ini bukan sekadar seremoni, melainkan wadah evaluasi melalui penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) masa bakti 2022–2026. Puncak acara adalah pemilihan Ketua Wushu Kutai Timur untuk masa bakti 2026–2029.

Dengan dimulainya rangkaian acara melalui menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Patriot Olahraga yang khidmat, Wushu Kutai Timur kini bersiap menyongsong era baru. Kepengurusan yang terpilih nantinya diharapkan mampu membawa struktur organisasi yang lebih solid, transparan, dan berorientasi pada medali emas di setiap ajang kompetisi.(Am)

