Kutai TimurPemerintahan

Transformasi Ekonomi Kutai Timur di Usia 27, Sektor Pengolahan Tumbuh Pesat Tembus 19 Persen

233
×

Transformasi Ekonomi Kutai Timur di Usia 27, Sektor Pengolahan Tumbuh Pesat Tembus 19 Persen

Share this article

​SANGATTA – Tepat pada Senin (12/10/2026) hari ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27. Momentum ini tak sekadar menjadi perayaan seremonial belaka, melainkan panggung pembuktian kinerja lewat deretan data statistik yang merekam progres transformasi ekonomi dan pemerataan infrastruktur.

​Dalam pidato sambutannya, Bupati Kutai Timur, Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si., memaparkan bahwa perekonomian makro Kutai Timur tetap mencatatkan tren positif dengan pertumbuhan 1,05 persen pada 2025.

​Meski struktur ekonomi masih didominasi sektor pertambangan dan penggalian yang menyumbang 70,16 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), ada capaian luar biasa di sektor lain. Data menunjukkan lonjakan signifikan pada sektor industri pengolahan, dengan pertumbuhan pesat mencapai 19,12 persen.

​”Angka ini menjadi pesan kuat bahwa Kutai Timur sedang berada pada fase penting transformasi ekonomi. Kekayaan alam harus diolah menjadi kekuatan ekonomi yang memberi nilai tambah riil bagi daerah,” tegas Bupati Ardiansyah.

​Sebagai bukti keseriusan hilirisasi, Pemkab Kutai Timur saat ini tengah mematangkan rencana strategis gasifikasi batu bara menjadi metanol yang berlokasi di kawasan Bengalon.

​Capaian positif tak hanya terlihat dari sisi ekonomi, tetapi juga indikator kesejahteraan masyarakat. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kutai Timur tercatat naik dari 75,90 pada 2024 menjadi 76,48 pada 2025.

​Selain itu, kualitas pelayanan publik juga terekam membaik. Indeks Kepuasan Masyarakat melonjak tajam dari 81,41 menjadi 85,82. Di sektor layanan kesehatan, komitmen pemerintah terbukti dengan diraihnya penghargaan bergengsi UHC Award 2026 untuk kategori Utama.

​Upaya pemerataan pembangunan, khususnya penyediaan infrastruktur dasar seperti energi, turut dibuktikan dengan data konkret. Hingga Oktober 2026, 10 desa di Kutai Timur akhirnya merdeka dari ketiadaan listrik.

​Sebanyak enam desa di Kecamatan Sangkulirang telah menikmati aliran listrik PLN 24 jam sejak Agustus lalu. Disusul pada 5 Oktober 2026, giliran empat desa di Kecamatan Batu Ampar—yakni Desa Beno Harapan, Mawai Indah, Mugi Rahayu, dan Himba Lestari—yang resmi tersambung layanan listrik 24 jam setelah menanti selama puluhan tahun.

​Bupati Ardiansyah menegaskan bahwa seluruh rentetan capaian ini adalah manifestasi dari tema HUT ke-27, yakni “Kutai Timur Berdaya, Tumbuh Bersama”. Ia berharap pertumbuhan dan angka statistik tersebut tak sekadar menjadi laporan administratif, tetapi benar-benar mewujud dalam visi Kutai Timur yang Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing untuk dinikmati seluruh lapisan masyarakat. (ADV/Diskominfo Kutim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *