
TARAKAN, 22 JULI 2026 – Tujuh atlet sepak takraw binaan Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kutai Timur dipercaya mewakili Kalimantan Timur dalam ajang Liga Sepak Takraw Wilayah Kalimantan yang berlangsung di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, pada 22–23 Juli 2026.
Ajang ini menjadi momentum bersejarah karena merupakan liga sepak takraw pertama yang diselenggarakan di Indonesia. PSTI Kutai Timur menjadi wakil Kalimantan Timur dengan membawa tujuh atlet terbaik, terdiri dari tiga atlet putri dan empat atlet putra.
Tiga atlet putri yang memperkuat tim Kaltim merupakan binaan Club Gastkand Kandolo, Kecamatan Teluk Pandan, yakni Safitriani yang bermain sebagai tekong, Nurbaiti sebagai feeder, serta Iska Novianty yang berposisi sebagai spiker.
Sementara itu, empat atlet putra yang diboyong untuk memperkuat tim PSTI Kutai Timur adalah Irwan, Nasrullah, Basry, dan Hilal Hamdi Kasman.
Ketua PSTI Kutai Timur, Jepi Darsono, mengatakan keikutsertaan dalam liga tersebut menjadi kesempatan penting bagi para atlet untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan sebelum menghadapi agenda olahraga yang lebih besar.
“Liga ini menjadi pemanasan bagi atlet-atlet kami sebelum nantinya menjalani pemusatan latihan atau training center (TC) untuk menghadapi Porprov di Paser akhir tahun ini,” ujar Jepi.
Menurutnya, kompetisi tersebut juga menjadi ajang untuk melihat kesiapan para atlet, baik dari sisi teknik, fisik, mental maupun kekompakan tim.
Untuk menghadapi pertandingan, para atlet PSTI Kutai Timur mendapatkan porsi latihan intensif di bawah arahan pelatih Dedi Yunus. Program latihan meliputi peningkatan kondisi fisik, penguasaan bola, pertahanan, hingga simulasi pertandingan atau game.
“Latihan kami cukup intens. Kami fokus pada fisik, penguasaan bola, pertahanan dan game. Semua ini penting untuk membentuk kesiapan atlet menghadapi pertandingan,” kata Dedi Yunus.
PSTI Kutai Timur berharap mampu tampil maksimal dan melaju ke babak berikutnya. Persaingan dipastikan berlangsung ketat karena hanya dua klub terbaik dari wilayah Kalimantan yang berhak melanjutkan langkah ke babak selanjutnya.
“Harapannya, klub PSTI Kutai Timur yang mewakili Kalimantan Timur bisa lolos ke babak berikutnya. Kami akan berusaha memberikan penampilan terbaik,” ungkap Jepi.
Keikutsertaan tujuh atlet Kutai Timur dalam liga yang digelar pada 22–23 Juli 2026 ini sekaligus menjadi bukti pembinaan sepak takraw di daerah terus berkembang. Selain menjadi wadah kompetisi, ajang ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat memperkuat Kalimantan Timur pada berbagai kejuaraan nasional di masa mendatang.
PSTI Kutai Timur pun menargetkan pengalaman bertanding di liga ini menjadi modal penting dalam mempersiapkan tim menghadapi Porprov Kalimantan Timur di Kabupaten Paser pada akhir tahun 2026.(*)

