
KUTAI TIMUR – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Jimmi, S.T., M.T., tampil sebagai figur kunci yang mendorong sinergi antara pemerintah daerah dengan organisasi kepemudaan dalam memerangi ancaman narkoba. Dalam keterangan resminya, Jimmi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kutim atas inisiatif menyelenggarakan Seminar dan Sosialisasi Anti Narkoba.
Menurut Jimmi, kegiatan yang bertema “Generasi Emas Tanpa Narkoba, Wujudkan Pemuda Hebat dan Bermartabat” ini merupakan demonstrasi nyata dari kepedulian pemuda terhadap masa depan daerahnya.
“Ini adalah langkah nyata dan konkret dalam membangun generasi emas yang bebas narkoba. Kami, di jajaran Pemerintah Daerah—baik eksekutif maupun legislatif—siap mendukung setiap program yang sifatnya mengedukasi, membentuk, dan memperkuat karakter anak muda Kutim,” kata Jimmi, Kamis (13/11/2025).
Ketua DPRD ini secara eksplisit menyoroti bahwa upaya pencegahan narkoba tidak akan efektif jika hanya dibebankan pada satu pihak. Ia menekankan perlunya kolaborasi erat yang melibatkan setidaknya tiga pilar utama: Pemerintah Daerah, Aparat Penegak Hukum (BNN dan Kepolisian), serta Organisasi Kepemudaan.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Narkoba adalah musuh yang menyebar secara sistematis, maka perlawanan kita juga harus sistematis dan terintegrasi,” tegas politisi ini.
Jimmi menambahkan bahwa sinergi semua pihak ini menjadi kunci utama dalam membentengi generasi muda dari pengaruh-pengaruh negatif yang masif. Pemerintah bertugas memfasilitasi kebijakan dan anggaran; aparat penegak hukum bertugas menindak dan memberikan edukasi bahaya hukum; dan organisasi kepemudaan (seperti KNPI) bertugas menjadi agen perubahan dan penyebar kesadaran di tingkat akar rumput.
“Tujuan kita jelas: mewujudkan Kutai Timur yang Bersinar—Bersih dari Narkoba. Dan untuk mencapai ini, kita harus bergerak bersama, dengan satu visi yang sama,” tambahnya.
Acara yang dihadiri oleh ratusan pelajar dan mahasiswa, yang merupakan segmen paling rentan terpapar narkoba, diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif. Jimmi berharap dampak dari sosialisasi ini tidak berhenti di ruangan seminar.
“Kegiatan semacam ini harus terus dilanjutkan secara berkelanjutan. Jangan hanya insidental. Harus ada program follow-up, pendampingan, dan edukasi yang secara rutin masuk ke sekolah-sekolah dan kampus-kampus agar dampaknya terasa luas dan menjadi benteng permanen,” imbuhnya.
Di akhir pernyataannya, Jimmi menegaskan kembali bahwa memberantas narkoba bukanlah semata tanggung jawab BNN atau Kepolisian. Ini adalah tanggung jawab moral seluruh masyarakat Kutai Timur, mulai dari orang tua di rumah, guru di sekolah, hingga tokoh masyarakat di lingkungan sekitar.
Dengan dukungan penuh dari Ketua DPRD Kutim ini, diharapkan DPD KNPI dan seluruh elemen kepemudaan memiliki semangat dan sumber daya yang lebih kuat untuk terus mengawal generasi muda dari bahaya narkotika, demi masa depan Kutai Timur yang lebih cerah.(Adv/DPRD)

