
MANADO — Pengurus Cabang Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kutai Timur sukses menorehkan prestasi gemilang dalam ajang bergengsi National Climbing Series 2 dan Kejuaraan Terbuka Panjat Tebing Piala Walikota Manado 2026. Sabtu (11/7/2026).
Dalam kompetisi yang berlangsung di Wall Climbing God Bless Park (Taman Berkat), Kota Manado, Sulawesi Utara pada 8–11 Juli 2026 tersebut, dua atlet muda Kutai Timur berhasil menembus dominasi papan atas nasional pada kategori Lead U15.
Prestasi membanggakan pertama dipersembahkan oleh Muhammad Dwi Nurahman Attariq. Siswa berbakat dari SMP YPPSB yang bernaung di bawah klub EBCC Kutai Timur ini sukses meraih medali perunggu (Juara 3) pada kategori Lead U15 Putra setelah bersaing ketat dengan pemanjat tangguh dari berbagai daerah. Sementara itu di kelompok putri, Nur Afifah Zahra juga tampil luar biasa.
Siswi MTSN Kutai Timur yang mewakili Rainbow Hills Climbing Club (RCC) Kutai Timur tersebut sukses menembus babak final dan menempati peringkat ke-4 nasional pada kategori Lead U15 Putri.

Manager sekaligus Ketua Harian FPTI Kutai Timur, Ismail, S.E., M.M., mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas perjuangan para atlet junior tersebut. Menurutnya, keikutsertaan dalam agenda nasional ini merupakan langkah strategis untuk mematangkan mentalitas bertanding serta menambah pengalaman teknis.
”Mengikuti agenda nasional ini sangat penting untuk menambah jam terbang atlet dalam rangka persiapan menghadapi Porprov VIII Kaltim 2026 di Paser mendatang. Semoga kompetisi selevel ini bisa menambah wawasan atlet kita dalam mengelola mental tandingnya secara matang di atas papan tebing,” ujar Ismail.
Secara terpisah, Ketua Umum FPTI Kutai Timur, Aji Fahriza Hakim, S.Sos., M.Si., menjelaskan kebijakan strategis organisasi yang saat ini sengaja menitikberatkan pengiriman pada kelompok umur (junior).

”Kita memang tidak mengirim atlet senior untuk kejuaraan di Manado ini karena mereka sedang fokus melaksanakan pemusatan latihan di daerah. Namun, ke depan sudah ada wacana untuk melaksanakan tryout ke luar daerah bagi para atlet senior,” jelas Aji.
Kejuaraan Nasional Panjat Tebing Piala Walikota Manado 2026 ini diikuti oleh ratusan pemanjat terbaik dari berbagai Pengprov, Pengcab, dan klub-klub panjat tebing se-Indonesia.
Keberhasilan kelas junior Kutai Timur membawa pulang medali perunggu dan peringkat ke-4 nasional membuktikan bahwa program pembinaan usia dini FPTI Kutai Timur berada di jalur yang tepat demi mempertahankan tradisi juara, baik di kancah regional maupun nasional.

Secara keseluruhan, pencapaian FPTI Kutai Timur dalam ajang ini dirangkum melalui performa apik dua atlet masa depannya.
Muhammad Dwi Nurahman Attariq dari klub EBCC Kutai Timur berhasil mengamankan Juara 3 sekaligus medali perunggu di kategori Lead U15 Putra, sedangkan Nur Afifah Zahra yang mewakili Rainbow Hills Climbing Club sukses mengukuhkan posisinya di Peringkat 4 Nasional untuk kategori Lead U15 Putri.(*)

