
Sangatta – Kurangnya fasilitas transportasi laut yang memadai kini disorot sebagai penghalang utama kemajuan Kecamatan Sandaran, yang secara geografis merupakan wilayah pesisir. Anggota DPRD Kutai Timur dari Fraksi Demokrat, Ahmad Sulaiman, menilai bahwa tanpa adanya infrastruktur pelabuhan yang layak, Sandaran akan terus berada dalam status tertinggal dalam aspek ekonomi dan pelayanan.
Sulaiman menegaskan bahwa, di wilayah pantai seperti Sandaran, pelabuhan adalah investasi strategis, bukan sekadar proyek tambahan. Saat ini, seluruh aktivitas logistik wilayah tersebut terlalu bergantung pada jalur darat, yang seringkali rentan rusak dan terputus akibat cuaca ekstrem.
“Jika kita tidak punya pintu gerbang laut yang fungsional, roda ekonomi Sandaran akan terus berjalan lambat dan tidak efisien,” jelas Sulaiman, menyoroti dampak buruk keterbatasan ini.
Ia menguraikan bahwa potensi maritim Sandaran sangat besar—mulai dari sektor perikanan hingga daya tarik wisata bahari. Namun, potensi tersebut mandek dan tidak bisa dieksploitasi maksimal tanpa konektivitas laut yang aman dan terstruktur. Pembangunan pelabuhan akan berfungsi sebagai katrol ekonomi, menurunkan biaya logistik, membuka peluang pasar yang lebih luas, dan memungkinkan nelayan meningkatkan skala usaha mereka.
Selain mempercepat sektor perdagangan, Sulaiman menambahkan bahwa fasilitas laut yang baik akan menstabilkan rantai pasok bagi desa-desa di sekitarnya. Hal ini sangat krusial untuk menjaga harga komoditas pangan tetap stabil dan menekan laju inflasi lokal.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa masalah ini juga menyentuh aspek pelayanan publik. Tanpa akses laut yang layak, proses distribusi bantuan, obat-obatan, dan mobilisasi tim kesehatan seringkali mengalami hambatan fatal, terutama saat jalur darat tidak bisa digunakan. Sulaiman menegaskan bahwa infrastruktur laut harus menjadi pilar utama dalam rencana pembangunan jangka panjang.
Ia berharap Pemda memberikan perhatian serius terhadap usulan pembangunan pelabuhan yang telah ia suarakan di berbagai forum pembahasan. Menurutnya, keputusan investasi di pelabuhan akan menjadi titik balik historis bagi pembangunan pesisir.
Sulaiman yakin, dengan perencanaan yang solid dan eksekusi yang disiplin, Sandaran akan terbebas dari jerat keterisolasian. Pelabuhan akan menjadi kunci pembuka konektivitas, motor penggerak ekonomi, dan menjadikan Sandaran sebagai kawasan pesisir yang benar-benar makmur. (ADV/DPRD)

