Berita

Bupati Ardiansyah Sulaiman Letakkan Fondasi Pembangunan Gereja Toraja, Tekankan Pentingnya Merawat Harmoni dan Pemerataan Ekonomi di Kutim

453
×

Bupati Ardiansyah Sulaiman Letakkan Fondasi Pembangunan Gereja Toraja, Tekankan Pentingnya Merawat Harmoni dan Pemerataan Ekonomi di Kutim

Share this article

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim), H. Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa keberagaman bukan sekadar atribut, melainkan modal sosial utama yang menyokong laju pembangunan daerah. Penekanan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri dan secara simbolis melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gereja Toraja Jemaat Prima Sangatta (GT JPS) pada Kamis, 13 November 2025.

Momen haru dan penuh syukur ini diselenggarakan di lokasi yang kelak menjadi rumah ibadah baru, disaksikan ratusan jemaat serta tokoh-tokoh daerah. Turut hadir menyaksikan tonggak sejarah ini Ketua DPRD Kutim, Jimmi, dan Wakil Ketua DPRD Sayid Anjas, serta para rohaniwan dan pengurus Klasis Gereja Toraja Kutim.

Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman menggarisbawahi makna penting pendirian rumah ibadah ini sebagai cerminan nyata dari tenun sosial yang kokoh di Kutim.

“Kutai Timur dianugerahi heterogenitas yang luar biasa; berbagai suku, agama, dan budaya hidup berdampingan dalam suasana yang harmonis. Inilah kekuatan fundamental kita dalam membangun daerah,” ujar Ardiansyah, menyerukan apresiasi terhadap semangat gotong royong masyarakat.

Beliau juga menyoroti beragam potensi yang dimiliki Kutim, mulai dari kekayaan alam, Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni, hingga semangat kebersamaan yang tinggi. “Semua anugerah ini harus kita kelola dengan bijaksana demi kemajuan bersama,” tambahnya.

Selain isu kerukunan, Bupati Ardiansyah turut memaparkan kondisi ekonomi daerah yang menunjukkan sinyal positif. Ia menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi Kutim tercatat signifikan, menyentuh angka 10 persen.

Kendati demikian, beliau menegaskan bahwa angka pertumbuhan harus diikuti oleh pemerataan hasil pembangunan.

“Angka pertumbuhan kita menggembirakan. Namun, prioritas utama kita adalah memastikan pembangunan dapat merata secara adil dan dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Inilah esensi dari pembangunan daerah yang berkeadilan,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat Kutim, tanpa memandang peran atau status, untuk bersinergi dalam ikhtiar mewujudkan Kutim yang lebih sejahtera.

“Mari kita bersatu, sesuai dengan semangat Mars Kutai Timur, untuk bekerja keras dan berjuang bersama, demi mewujudkan daerah yang maju, rukun, dan bermartabat,” pungkasnya.

Pemerintah Daerah telah menunjukkan komitmen nyata dengan mengalokasikan lebih dari Rp 8 miliar pada tahap awal pembangunan, yang difokuskan pada pekerjaan struktur fondasi dan kolom utama. Ketua Panitia Pembangunan GT JPS, dr. Tity Novel Paembonan, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas dukungan ini, menyebut momen peletakan batu pertama sebagai tonggak bersejarah bagi jemaat.

Proyek pembangunan GT JPS secara keseluruhan diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 42 hingga 43 miliar, dengan target penyelesaian dalam kurun waktu tiga sampai empat tahun ke depan. Gereja ini dirancang megah dengan dimensi 45 meter panjang dan 36 meter lebar, mampu menampung hingga 2.200 jemaat.

Prosesi ini bukan hanya meletakkan fondasi sebuah bangunan fisik, tetapi juga mengukuhkan nilai-nilai toleransi, kesalehan sosial, dan persaudaraan di tengah masyarakat Kutim yang majemuk, sejalan dengan visi Bupati dalam membangun daerah.(ADV/Hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *