Berita

RSUD Kudungga Respon Amanat Presiden: Direktur Muhammad Yusuf Beberkan Strategi Tiga Tingkatan untuk Capai Lean Hospital

397
×

RSUD Kudungga Respon Amanat Presiden: Direktur Muhammad Yusuf Beberkan Strategi Tiga Tingkatan untuk Capai Lean Hospital

Share this article

SANGATTA – Direktur RSUD Kudungga, Muhammad Yusuf, membeberkan strategi komprehensif rumah sakit dalam merespons tantangan kompleksitas layanan kesehatan dan memenuhi amanat Presiden Prabowo Subianto untuk mengembangkan RSUD menjadi fasilitas berkualitas. Strategi tersebut dirangkum dalam peluncuran buku Lean Hospital dan program inovasi SIGAP RSUDKu, yang berlangsung meriah di Aula RSUD Kudungga, Selasa (18/11/2025).

Dalam paparannya, Muhammad Yusuf menyoroti sejumlah tantangan kritis yang dihadapi, mulai dari keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM), terutama perawat, tingginya biaya operasional, hingga indikator mutu nasional (seperti waktu tunggu rawat jalan > 60 menit) yang masih harus dibenahi. Ia juga mencatat bahwa hasil survei kepuasan pasien, meski di kategori baik (87,85%), masih menyertakan banyak rekomendasi perbaikan.

“Rumah sakit adalah organisasi padat karya, padat modal, padat teknologi, dan berisiko tinggi. Presiden mengamanatkan agar rumah sakit daerah dikembangkan menjadi RS berkualitas dengan fasilitas lengkap, dokter spesialis memadai, akreditasi paripurna, dan tingkat kepuasan publik yang baik,” jelas Yusuf.

Untuk menjawab tantangan tersebut, manajemen RSUD Kudungga menyusun strategi transformatif dalam tiga tingkatan:

  1. Strategi Korporasi (Diversifikasi): Berdasarkan analisis SWOT, rumah sakit akan melakukan diversifikasi layanan potensial. Ini mencakup pembukaan atau perluasan layanan Medical Check-Up (MCU), layanan estetik dan tradisional, wellness center, dan layanan bernilai tambah lainnya untuk meningkatkan kemandirian finansial BLUD yang trennya menurun.
  2. Strategi Bisnis (Cost Leadership): Menerapkan strategi kepemimpinan biaya dengan fokus pada mengendalikan biaya operasional tanpa menurunkan mutu pelayanan. Tujuannya adalah menghilangkan pemborosan (waste), bukan memangkas kualitas.
  3. Strategi Fungsional (Digitalisasi): Menguatkan empat pilar manajemen (SDM, pelayanan, pemasaran, dan keuangan) dengan pondasi digitalisasi sebagai basis seluruh alur kerja rumah sakit.

Yusuf menjelaskan bahwa konsep Lean Hospital diwujudkan melalui program Simple Ramping. Konsep Ramping merujuk pada proses layanan yang cepat, ringkas, responsif, dan tidak berbelit-belit. Penerapannya menggunakan tiga alat utama, termasuk Value Stream Mapping (VSM) untuk memetakan alur dan menghapus waste, serta Kaizen.

“Kaizen mengajak kita untuk mengenali masalah secara jujur, memperbaikinya secara mandiri, melakukan perubahan kecil, tetapi berkelanjutan. Ini adalah pondasi budaya kerja,” tegasnya.

Penerapan Lean juga mencakup efisiensi biaya melalui pengendalian logistik, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang efektif, pengurangan lama tinggal pasien, dan penguatan layanan non-JKN, serta kolaborasi lintas sektor termasuk dengan UMKM.

Asisten Administrasi Umum Seskab Kutim, Sudirman Latif, yang hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi inovasi ini sebagai wujud nyata komitmen Pemkab Kutim terhadap layanan kesehatan yang profesional, terintegrasi, dan ramah masyarakat, sekaligus mendukung tema Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat.”(Adv/Hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *