Berita

23 Pemandu Lokal Resmi Kantongi Sertifikasi Penyelamatan Standar Internasional

375
×

23 Pemandu Lokal Resmi Kantongi Sertifikasi Penyelamatan Standar Internasional

Share this article

SANGKULIRANG – Pesona Pulau Miang di Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), kini tak hanya menawarkan keindahan terumbu karang dan kejernihan air yang memukau. Lebih dari itu, destinasi andalan Kutim ini kini menawarkan jaminan keselamatan kelas wahid bagi para pelancong.

Transformasi standar layanan ini dipastikan setelah Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim, yang berkolaborasi dengan Komunitas Nasib Baik, sukses merampungkan pelatihan intensif sertifikasi Water Rescue (Penyelamatan Air) pada Rabu (19/11/2025). Langkah ini dinilai sebagai tonggak baru profesionalisme pariwisata bahari di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Nurullah, dalam sambutannya menegaskan bahwa paradigma pariwisata modern telah bergeser. Keindahan alam semata tidak lagi cukup menjadi modal untuk menarik wisatawan, terutama wisatawan mancanegara atau segmen minat khusus. Faktor safety (keamanan) dan security (keselamatan) kini menjadi pertimbangan utama sebelum seseorang memutuskan destinasi liburan.

“Kami menyelenggarakan sertifikasi ini karena aktivitas di perairan Pulau Miang sangat tinggi dan terus meningkat. Wisatawan harus merasa terlindungi. Rasa aman adalah kunci; ketika wisatawan merasa aman, mereka akan nyaman, dan cerita positif tentang Pulau Miang akan menyebar luas,” tegas Nurullah.

Sebanyak 23 peserta yang terdiri dari anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat dan perwakilan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kutim menjadi angkatan pertama dalam program ini.

Selama pelatihan, para peserta tidak hanya duduk mendengarkan teori. Mereka “digembleng” fisik dan mentalnya dengan materi berstandar internasional. Kurikulum pelatihan mencakup teknik berenang penyelamatan, cara mengevakuasi korban tenggelam, penanganan kram di air, hingga Bantuan Hidup Dasar (BHD) atau CPR untuk penanganan kedaruratan medis sebelum bantuan medis profesional tiba.

Puncak dari rangkaian pelatihan ini adalah sesi simulasi yang digelar tepat sebelum penutupan acara. Di hadapan Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, para peserta memamerkan keahlian baru mereka.

Suasana sempat dibuat tegang ketika skenario penyelamatan dijalankan. Para pemandu lokal dengan sigap terjun ke air, melakukan manuver penyelamatan korban, membawa korban ke darat, hingga melakukan prosedur pertolongan pertama dengan cekatan dan tenang. Aksi ini membuktikan bahwa mereka telah bertransformasi dari sekadar warga lokal menjadi tenaga profesional yang kompeten.

Menyaksikan langsung kesigapan para pemandu wisata tersebut, Bupati Ardiansyah Sulaiman tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia menilai langkah Dispar Kutim ini sangat krusial untuk “menaikkan kelas” pariwisata Kutim di mata dunia.

Bupati menekankan bahwa profesionalisme SDM adalah investasi terbesar dalam industri jasa seperti pariwisata.

“Apa yang kita lihat hari ini luar biasa. Kolaborasi pelatihan seperti ini harus rutin dilakukan agar SDM pariwisata kita semakin profesional dan mandiri. Kita tidak hanya membangun fisik destinasinya, tapi juga manusianya,” ujar Bupati Ardiansyah.

Dengan dikantonginya sertifikat kompetensi ini, para pemandu lokal di Pulau Miang kini memiliki legalitas dan keahlian yang diakui. Hal ini diharapkan dapat mendongkrak kepercayaan wisatawan untuk berkunjung, yang pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir Sangkulirang. (Adv/Hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *