Berita

Transformasi Budaya: Festival Pesona Budaya Kutai Timur Resmi Menjadi Panggung Identitas Mandiri

377
×

Transformasi Budaya: Festival Pesona Budaya Kutai Timur Resmi Menjadi Panggung Identitas Mandiri

Share this article

SANGATTA – Festival Pesona Budaya (FPB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) 2025 sukses mengukir sejarah baru dalam kancah kebudayaan daerah. Ditutup secara meriah pada Minggu (23/11/2025) malam di Alun-alun Bukit Pelangi oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, acara tiga hari ini menandai transformasi format penyelenggaraan yang kini berdiri independen dari perayaan ulang tahun kabupaten.

Dalam sambutan penutupannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman secara khusus menggarisbawahi perubahan signifikan ini, memuji kerja keras Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta para seniman lokal yang berhasil menciptakan ruang perayaan yang berfokus penuh pada keragaman tradisi.

“Malam ini menjadi sejarah. FPB kini berdiri sebagai kegiatan mandiri yang kita kemas khusus untuk menampilkan kekayaan budaya daerah, tidak lagi menyatu dengan peringatan HUT Kutim,” tegas Bupati.

Format baru ini memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap identitas kultural Kutim, menampilkan spektrum luas mulai dari adat istiadat masyarakat pesisir dan pedalaman, hingga integrasi budaya Nusantara yang telah lama berakar. Keberagaman yang ditampilkan di sepanjang festival merupakan cerminan nyata dari harmoni masyarakat Kutim.

Komitmen Pemkab Kutim terhadap pelestarian diwujudkan melalui rencana keberlanjutan, termasuk pengadaan seminar budaya, penelitian akar sejarah, dan menjaga kesenian klasik seperti Tarsul, yang memukau penonton pada malam penutupan. Bupati Ardiansyah menekankan pentingnya menjaga warisan ini:

“Kita tidak boleh mengabaikan budaya asal, budaya klasik yang menjadi penanda bagaimana peradaban masyarakat kita dahulu dibangun,” tambahnya.

Uniknya, malam penutupan juga berhasil menjembatani antara penghargaan terhadap tradisi dan hiburan kontemporer. Selain penyerahan hadiah bagi pemenang lomba fashion show berbahan limbah — sebuah inisiatif kreatif yang memadukan lingkungan dan seni — acara ini mencapai puncaknya dengan penampilan penyanyi nasional, Fanny Soegi.

Antusiasme tinggi masyarakat yang memenuhi Alun-alun Bukit Pelangi, disebut Bupati, sebagai bukti tak terbantahkan bahwa warisan leluhur tetap hidup dan mendapat tempat istimewa di hati publik Kutim.

“Dengan mengucap Alhamdulillah hirobbil alamin, Festival Pesona Budaya Kabupaten Kutim 2025 saya nyatakan resmi ditutup,” pungkasnya, diiringi tepuk tangan meriah yang menutup gelaran budaya bersejarah ini. (ADV/KOM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *