Berita

Membuka Jejak Peradaban: Kutim Prioritaskan Pengembangan Jalur Wisata Sejarah dan Budaya

398
×

Membuka Jejak Peradaban: Kutim Prioritaskan Pengembangan Jalur Wisata Sejarah dan Budaya

Share this article

KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menegaskan komitmen kuatnya untuk mengoptimalkan potensi pariwisata yang berakar pada kekayaan sejarah dan budaya daerah. Langkah strategis ini ditempuh sebagai upaya nyata untuk mengeksplorasi, mempromosikan, dan melestarikan warisan masa lalu Kutim yang tersebar luas di berbagai wilayah.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyatakan secara tegas bahwa pengembangan aksesibilitas atau jalur wisata menuju situs-situs bersejarah akan terus digenjot, terlepas dari progres kajian pembangunan museum daerah yang masih berjalan. Ardiansyah menjelaskan bahwa Kutim menyimpan koleksi peninggalan sejarah dan antropologi yang luar biasa nilainya, yang sayangnya belum terekspos secara maksimal kepada masyarakat luas.

“Terlepas dari apakah museum sudah terbangun atau belum, kita akan tetap membuka jalur khusus untuk memudahkan kunjungan ke lokasi-lokasi yang memiliki nilai sejarah,” ujar Bupati Ardiansyah, menggarisbawahi bahwa peningkatan akses ke situs-situs otentik merupakan prioritas utama pemerintah.

Salah satu area utama yang menjadi fokus pengembangan adalah Kawasan Makam Mangkal Lihat Sangkulirang. Lokasi ini sangat penting karena merupakan pintu gerbang ke sejumlah gua purbakala. Gua-gua tersebut diyakini menyimpan bukti-bukti peninggalan sejarah dan antropologi yang krusial, sehingga memerlukan upaya penggalian, penelitian, dan pelestarian yang lebih intensif. Kekayaan ini dinilai memiliki daya tarik besar bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang tertarik pada studi peradaban awal.

Lebih lanjut, Ardiansyah memaparkan sejumlah lokasi lain yang telah dimasukkan dalam rencana pengembangan jalur wisata sejarah terpadu. Rencana ini mencakup wilayah Karangan Batu Lebok, jalur sungai di Bengalon yang menyimpan kekayaan unik seperti Batu Aji, serta akses khusus menuju Gunung Kombeng. Selain itu, inisiatif pengembangan jalur ini juga diarahkan hingga mencakup wilayah perbatasan dengan Kabupaten Berau, menciptakan sebuah koridor wisata sejarah yang lebih luas dan terintegrasi.

Menurut Bupati, kekayaan sejarah dan budaya ini merupakan aset daerah yang nilainya tak terhingga. “Sesungguhnya banyak sekali potensi luar biasa yang kita miliki apabila kita bersedia untuk menggali lebih dalam,” tegasnya. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk mendongkrak sektor pariwisata daerah dan perekonomian lokal, tetapi juga membawa misi edukasi yang mendalam, terutama dalam menanamkan pemahaman dan kebanggaan terhadap akar sejarah dan kebudayaan daerah kepada generasi muda Kutim.(ADV/KOM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *