Berita

DPPKB Kutim Jajaki Kolaborasi Penyiaran dengan RRI dan TVRI Kaltim, Perkuat Publikasi Program Strategis

395
×

DPPKB Kutim Jajaki Kolaborasi Penyiaran dengan RRI dan TVRI Kaltim, Perkuat Publikasi Program Strategis

Share this article

SAMARINDA – Dalam rangka mengoptimalkan publikasi program strategis daerah, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur (Kutim), Achmad Junaidi B, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Radio Republik Indonesia (RRI) Samarinda dan Stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI) Kalimantan Timur, Rabu (4/3/2026).

Kunjungan tersebut bertujuan mempelajari standar operasional prosedur (SOP) podcast, teknik siaran dan streaming, proses produksi program, hingga menjajaki peluang kerja sama kelembagaan dalam mendukung penyebarluasan informasi pembangunan.

Achmad Junaidi menegaskan, DPPKB Kutim ingin membangun kolaborasi lintas sektor yang tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, sinergi dengan dunia usaha menjadi langkah strategis, terutama dalam mendukung program pengendalian penduduk dan percepatan penurunan stunting.

“Intinya bagaimana kita membangun kolaborasi lintas sektor, terutama dunia usaha di industri. Mereka membutuhkan branding atas kegiatan mereka di lapangan, yang selama ini selaras dengan tugas kami di bidang pengendalian penduduk dan percepatan penurunan stunting,” ujarnya.

Ia mencontohkan PT Kaltim Prima Coal (KPC) yang telah beberapa kali menggelar verifikasi data lapangan. Menurutnya, kegiatan positif perusahaan tersebut perlu dipublikasikan agar diketahui masyarakat luas.

Ke depan, DPPKB Kutim berencana memfasilitasi kerja sama antara TVRI dengan perusahaan-perusahaan di Kutai Timur. Bahkan, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) resmi dengan lembaga penyiaran publik tersebut.

“Setelah ini kami akan berkoordinasi dengan Pak Bupati. Jika ada arahan, seluruh OPD yang ingin mempublikasikan programnya melalui TVRI siap difasilitasi. Apalagi DPPKB sudah memiliki ruang media sendiri, Bangga Kencana, yang membutuhkan sinergi pemberitaan dengan kualitas yang baik,” jelas Junaidi.

Sementara itu, Kepala Stasiun TVRI Kaltim, Febriani, mengapresiasi langkah inovatif DPPKB Kutim. Ia menilai strategi kolaborasi dengan sektor swasta di tengah efisiensi anggaran merupakan terobosan yang patut menjadi perhatian publik, bahkan berpotensi menjadi contoh nasional.

“Ini materi yang sangat layak diketahui masyarakat, tidak hanya di Kaltim tetapi juga secara nasional. Apa yang dilakukan Pak Junaidi dapat menjadi model bagi daerah lain dalam upaya pengentasan kemiskinan,” ungkapnya.
Febriani juga menyoroti pentingnya dukungan peralatan dan infrastruktur penyiaran. Ia menawarkan pelatihan teknis bagi pengelola studio DPPKB guna meningkatkan kualitas produksi siaran.

“Kendala di dunia penyiaran biasanya pada pemutakhiran peralatan dan faktor eksternal seperti listrik. Di TVRI, kami memiliki genset besar untuk mengantisipasi pemadaman. Namun tantangan terbesar tetap pada blank spot area di sejumlah wilayah Kaltim akibat faktor geografis,” terangnya.

Ia menambahkan, TVRI tengah menjajaki kerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengatasi blank spot, terutama menjelang perhelatan Piala Dunia yang hak siarnya di televisi terestrial dipegang TVRI.

“Kutai Timur harus bisa menangkap siaran kami. Jika Pemkab dapat membantu penyediaan pemancar, masyarakat bisa menyaksikan Piala Dunia sekaligus program-program daerah yang ditayangkan secara nasional,” harapnya.

Di kesempatan terpisah, Kepala Stasiun RRI Samarinda, Siti Saras Wulan, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif DPPKB Kutim.

Pihaknya siap berkolaborasi dalam mempublikasikan program pemerintah daerah, khususnya percepatan penurunan stunting.
“Kami siap mendukung dan bersinergi untuk menyebarluaskan program-program strategis pemerintah kepada masyarakat,” tegasnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *