
SAMARINDA – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tampil impresif dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) FPTI Kalimantan Timur yang digelar di Gedung KONI Kaltim, Sabtu (11/4/2026). Membawa rapor merah-putih prestasi sepanjang 2025, Kutim kini membidik status juara umum pada gelaran Porprov VIII Kaltim di Paser mendatang.
Rakerprov yang mengusung tema “Sinergi Organisasi, Akselerasi Prestasi Menuju Kejayaan FPTI Kaltim” ini menjadi panggung bagi Kutim untuk memaparkan keberhasilan mereka sekaligus mengusulkan transformasi skema pembinaan atlet di Benua Etam.
Dalam laporannya, delegasi Kutim yang diwakili Sekretaris Umum Fitriyadi dan Kabid Binpres Jamal Al-Hadad, membedah catatan gemilang sepanjang tahun lalu. Kutim sukses mengawinkan gelar prestisius:
Juara Umum Kejuaraan Kelompok Umur (Ku) di Balikpapan.
Juara Umum Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) kategori umum.
Terbaik dalam Babak Kualifikasi (BK) Porprov 2025.
”Tahun 2025 adalah momentum emas bagi kami. Tidak hanya prestasi atlet, Kutim juga membuktikan diri sebagai penyelenggara melalui Bupati Cup IV dengan total hadiah terbesar di Indonesia. Ini bukti sistem pembinaan dan ekosistem panjat tebing di Kutim berjalan sehat,” tegas perwakilan FPTI Kutim.
Keberhasilan ini tak lepas dari dukungan infrastruktur. Arena Panjat Tebing Bukit Pelangi kini telah bertransformasi menjadi Training Center (TC) yang representatif. Fasilitas yang terus ditingkatkan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur ini tidak hanya menjadi tempat latihan rutin, namun telah menjadi pusat standarisasi atlet nasional asal Kaltim.
Menghadapi tantangan efisiensi anggaran di tahun 2026, FPTI Kutim memilih tetap “tancap gas”. Sejak awal tahun, program TC mandiri telah digulirkan untuk mengasah kesiapan atlet menuju Porprov Paser.
Mengenai agenda tahunan Bupati Cup V yang dijadwalkan pada Oktober 2026, pengurus masih melakukan koordinasi intensif terkait kepastian anggaran. Mengingat event ini telah masuk kalender nasional FPTI, pelaksanaannya dianggap krusial sebagai barometer atlet usia dini di Indonesia.
Dalam forum rapat, Kutim menjadi daerah yang paling vokal menyuarakan penguatan kompetisi kelompok umur. Mereka mengusulkan agar klasifikasi perlombaan diperluas hingga kategori Under-11, Under-13, dan Under-15.
”Masa depan olahraga ini ada di tingkat daerah dan usia dini. Jangan sampai kita hanya terpaku pada level Kejurnas, sementara gairah di kelompok umur justru paling tinggi. Kita butuh keberlanjutan regenerasi yang terstruktur,” jelas perwakilan Kutim dalam instruksinya di Rakerprov.
Menanggapi hasil kesepakatan Rakerprov, Ketua FPTI Kutai Timur, Aji Fahreza Hakim, menyatakan kesiapannya untuk segera melakukan konsolidasi internal.
”Hasil Rakerprov ini akan segera kami tindak lanjuti melalui Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab). Kami ingin memastikan setiap kebijakan provinsi tersinkronisasi dengan program kerja kami di daerah. Target kami jelas: menjaga tren positif dan memastikan Kutai Timur tetap menjadi barometer panjat tebing di Kaltim,” tegas Aji.
Dengan modal fasilitas mumpuni dan mental juara yang sudah teruji di tahun 2025, Kutai Timur kini menatap Porprov VIII Paser dengan kepercayaan diri penuh untuk mempertahankan takhta juara.(*)

