
JAKARTA – Gemuruh prestasi tiada henti datang dari panggung tertinggi olahraga panjat tebing tanah air Under 17 Putra. Setelah sebelumnya sukses menghentak dengan raihan medali perak di kategori Boulder, atlet muda ajaib asal Kabupaten Kutai Timur, Rizky Sholeh Akbar, malam ini (21/6) resmi menobatkan diri sebagai yang terbaik di Indonesia setelah sukses menyabet Medali Emas di nomor Lead U17 Putra pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur XX FPTI 2026 di Jakarta.
Berdasarkan hasil babak final, pemanjat andalan Kalimantan Timur nomor Bib 015 ini tampil begitu dominan dan perkasa di dinding vertikal dengan mencatatkan poin tertinggi, yaitu 36. Akbar sukses mematahkan perlawanan ketat dari rival-rival terkuatnya, di antaranya Ariawan Yalesyudha Widodo dari Sulawesi Tengah yang meraih perak (poin 35), dan Xien Lintang Tuahnaru dari Bali yang harus puas membawa pulang perunggu (poin 35).
Disiplin Tinggi: Strategi “Sita HP” Berbuah Emas
Di balik kilau medali emas yang diraih Akbar, terdapat dedikasi, kedisiplinan ketat, dan perhatian luar biasa dari jajaran pengurus Kutai Timur. Merespons dinamika kompetisi yang ketat, Ketua Harian FPTI Kutai Timur, Bang Mail, secara khusus bertolak dari Sangatta menuju Jakarta sejak hari Jumat kemarin untuk mengawal langsung perjuangan para atlet di garis depan.
Bang Mail menerapkan manajemen atlet yang sangat ketat demi menjaga fokus sang juara selama kompetisi.
”Kita pastikan waktu istirahat atlet harus benar-benar terjaga dalam kondisi krusial seperti ini. Handphone milik Akbar bahkan sengaja saya sita sejak kemarin dan baru dikembalikan jam dua siang tadi agar dia bisa fokus penuh. Pengurus memberikan dukungan yang maksimal di lapangan, dan Alhamdulillah strategi ini dibayar kontan dengan prestasi tertinggi,” tegas Bang Mail dengan rasa syukur yang mendalam.
Apresiasi Ketua Umum dan Sentuhan Emas Tim Pelatih
Keberhasilan Akbar mengawinkan medali Perak Boulder dan Emas Lead ini merupakan buah dari pembinaan sistematis di daerah, Pemuda berbakat dari SMK Hasanuddin Sangatta Selatan dan Enggang Borneo Climbing Club (EBCC) ini merupakan produk besutan tangan dingin tim pelatih Kutai Timur, yaitu Coach Jamal dan Coach Fitriyadi.
Ketua Umum FPTI Kutai Timur, Aji Fahriza Hakim, S.Sos., M.Si, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan rasa bangga yang luar biasa atas capaian fenomenal ini. Beliau berharap kesuksesan Akbar dapat menularkan energi positif dan menjadi pemantik motivasi bagi atlet-atlet Kutai Timur lainnya agar tidak pernah gentar berburu podium tertinggi di kancah nasional.
Estafet Perjuangan: Malam Ini 5 Atlet Bertolak Menuju Indonesia Series I Tangerang
Langkah kaki para ksatria vertikal Kutai Timur ini dipastikan langsung berlanjut tanpa jeda. Tepat malam ini, pasca upacara penghormatan pemenang di Jakarta, sebanyak 5 orang atlet Kutai Timur langsung bertolak menuju Tangerang bersama sang juara, Akbar.
Mereka dijadwalkan akan langsung menyatukan kekuatan dan kembali berlaga membela nama daerah dalam kompetisi bergengsi Piala Wali Kota Tangerang / Indonesia Series I yang akan berlangsung pada tanggal 24-28 Juni 2026.
Keberangkatan estafet ini membuktikan komitmen tinggi dan kontinuitas pembinaan FPTI Kutai Timur demi menjaga grafik performa para pemanjat andalan di level tertinggi.
Misi Utama: Sukses Menuju Porprov VIII Kaltim di Paser
Meskipun rentetan prestasi nasional kini mulai mengalir deras, FPTI Kutai Timur menegaskan tidak akan terlena dengan euforia. Capaian emas dan perak di tingkat nasional ini justru menjadi tolok ukur berharga sekaligus Pekerjaan Rumah (PR) besar bagi tim pelatih dan pengurus untuk menuntaskan target utama daerah.
Segenap jajaran pengurus berkomitmen penuh untuk mengonversi momentum emas nasional ini guna mensukseskan misi besar berikutnya, yaitu meraih kejayaan tertinggi dan keluar sebagai juara pada gelaran olahraga multieven Porprov VIII Kaltim di Paser yang akan dihelat November mendatang.
Dengan semangat “melawan” yang kian membara, insan olahraga Kalimantan Timur kini menjadi saksi hidup bahwa keterbatasan anggaran bukanlah sekat pembatas, melainkan pembakar semangat juang yang melahirkan pahlawan-pahlawan baru di dinding panjat tebing nasional!

