
BONTANG – Babak baru organisasi sepak takraw di Kota Taman resmi dimulai. H. Ahmad Bajuri terpilih secara aklamasi untuk memimpin Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kota Bontang masa bakti 2026–2030. Keputusan ini disepakati dalam Musyawarah Luar Biasa (Muslub) yang berlangsung di Gedung BPU Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, Minggu (12/7/2026).
Agenda krusial yang dimulai sejak pukul 13.00 Wita ini dihadiri oleh perwakilan Pengurus Provinsi (Pengprov) PSTI Kalimantan Timur, jajaran pimpinan KONI Bontang, serta utusan dari 14 klub sepak takraw se-Kota Bontang. Dari jajaran pengurus provinsi, hadir Wakil Sekretaris III Rahman, sementara KONI Kota Bontang diwakili oleh Syarifuddin.
Dalam pidato perdananya, Ahmad Bajuri yang merupakan pensiunan Polri ini menyampaikan rasa terima kasih atas amanah besar yang diberikan. Ia menegaskan tekadnya untuk merangkul seluruh elemen sepak takraw demi mengembalikan masa kejayaan olahraga ini di Bontang.
”Kemajuan organisasi tidak bisa dibangun sendiri. Saya sangat mengharapkan masukan, pendampingan, dan kerja sama dari para senior, pengurus, serta pelatih,” ujar Bajuri.
Sebagai langkah awal, Bajuri berencana memperkuat sinergi dengan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispora) serta Dinas Pendidikan untuk menjaring bibit-bibit muda lewat pembinaan di sekolah. Tidak hanya itu, ia juga akan menggandeng sektor swasta dan perusahaan lokal agar ikut berkontribusi dalam mendukung kesejahteraan dan prestasi para atlet.
Menurutnya, kunci utama prestasi berada di tingkat akar rumput (klub). Oleh karena itu, ia mendorong para pelatih lokal untuk lebih produktif melahirkan atlet berbakat.
”Saya ingin kompetisi atau liga sepak takraw di Bontang kembali bergulir secara rutin. Lewat kompetisi yang intens, motivasi dan kualitas permainan atlet pasti akan terdongkrak,” tambahnya.
Apresiasi dan harapan besar juga datang dari komite olahraga. Mewakili Ketua KONI Bontang yang berhalangan hadir, Syarifuddin menyampaikan dukungannya agar kepengurusan baru ini mampu membawa PSTI Bontang kembali bersinar, baik di kancah provinsi maupun nasional.
Di sisi lain, perwakilan Pengprov PSTI Kaltim, Rahman, mengingatkan tim formatur untuk bergerak cepat menyusun struktur kepengurusan agar Surat Keputusan (SK) resmi bisa segera diterbitkan di tingkat provinsi. Rahman menilai Bontang punya sejarah yang sangat manis dalam dunia sepak takraw.
”Pada masa menjelang PON 2008, Bontang adalah salah satu lumbung utama yang menyumbang atlet putra dan putri andalan Kalimantan Timur. Tradisi prestasi emas ini yang harus kita hidupkan kembali bersama pengurus baru,” pungkas Rahman.
Momentum Muslub ini diharapkan menjadi titik balik bagi PSTI Kota Bontang untuk memperkokoh internal organisasi, mematangkan pembinaan usia dini, serta menciptakan ekosistem olahraga yang solid demi membawa sepak takraw Bontang kembali ke podium tertinggi.(*)

