Berita

Dispora Kutim Minta PELTI Fokus Pembinaan Usia Dini, Stop Pakai Atlet Sewaan

409
×

Dispora Kutim Minta PELTI Fokus Pembinaan Usia Dini, Stop Pakai Atlet Sewaan

Share this article

​SANGATTA – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Kutai Timur, Basuki, menegaskan bahwa prestasi olahraga merupakan buah dari sistem pembinaan yang berjalan sehat dan berkelanjutan.

​Pesan tersebut disampaikan Basuki saat membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI) Kutai Timur Periode 2026–2030 di Hotel Royal Victoria, Sangatta, Senin (3/8/2026).

​Dalam sambutannya, Basuki meminta pengurus PELTI Kutim tidak lagi bergantung pada atlet dari luar daerah hanya demi meraih prestasi singkat.
​”Jangan lagi mengandalkan pemain sewaan. Fungsi organisasi olahraga adalah melakukan pembinaan sehingga mampu melahirkan atlet-atlet asli Kutai Timur yang berprestasi,” tegas Basuki.

​Menurutnya, pencapaian medali hanyalah bonus dari tata kelola organisasi yang solid. Keberhasilan cabang olahraga sejatinya diukur dari kemampuan mencetak generasi atlet baru secara konsisten.

​Untuk memperkuat regenerasi, Dispora mendorong PELTI Kutim gencar masuk ke sekolah-sekolah, memperbanyak klub, hingga mendirikan akademi tenis.

​”Kalau ingin berprestasi secara berkelanjutan, pembinaan harus dimulai dari sekolah. Dispora sangat konsen mendukung langkah tersebut,” tambahnya.

​Basuki mencontohkan capaian Kutai Timur pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA). Dari yang sebelumnya berada di papan bawah, kini Kutim sukses menembus posisi lima besar se-Kalimantan berkat pembinaan yang berkesinambungan.

​Dukungan senada disampaikan Ketua KONI Kutai Timur, Rudi Hartono. Ia mengapresiasi kinerja pengurus PELTI periode sebelumnya dan berharap kepengurusan baru semakin fokus pada pengembangan atlet muda.

​”Prestasi tidak lahir secara instan, tetapi harus dipersiapkan sejak awal melalui kolaborasi antara KONI, Dispora, dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Rudi.

​Sementara itu, Ketua Pengprov PELTI Kalimantan Timur, Khairul Anam, mengingatkan tiga pilar utama yang harus dipegang oleh pengurus baru, yaitu organisasi yang sehat, kuat, dan kolaboratif.

​”Jika organisasi dijalankan dengan sehat, kuat, dan kolaboratif, maka prestasi akan datang sebagai bonus,” tutur Khairul.

​Muskab PELTI Kutai Timur 2026–2030 ini dihadiri oleh tiga klub anggota, yakni Bara Tennis Club (BTC), Sangatta Bara Tennis Club (SBTC), dan Mabar Tennis Club (MTC).

​Selain menyusun program kerja empat tahun ke depan, agenda utama Muskab meliputi penyampaian laporan pertanggungjawaban serta pemilihan ketua dan pengurus baru.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *