
SAMARINDA – Pengurus Provinsi Olah Raga Domino (ORADO) Kalimantan Timur resmi menggelar kegiatan Training of Referee (TOR) Wasit Domino se-Kaltim di Aula Makodim 0901 Samarinda, 14–15 September 2026. Dalam ajang pelatihan tersebut, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mencuri perhatian dengan mengirimkan kontingen terbanyak dibandingkan daerah lain.
Kutim secara resmi mengutus sebanyak 20 calon wasit untuk mengikuti pelatihan berlisensi nasional ini. Jumlah tersebut jauh melampaui partisipasi kabupaten/kota lain di Kaltim yang paling banyak mengikutsertakan 7 utusan. Partisipasi aktif ini pun membuahkan apresiasi khusus dari Pengprov ORADO Kaltim dalam acara pembukaan.
Kegiatan pelatihan bertema “Membangun Wasit ORADO yang Jujur, Kompeten, Tegas, Objektif, dan Berintegritas” ini dihadiri jajaran Pengprov ORADO Kaltim serta menghadirkan pemateri langsung dari Pengurus Besar (PB) ORADO / PB FORDONA, yaitu Ketua Bidang Teknik & Wasit Isra Prasetya, S.T., M.M., dan Anggota Bidang Teknik & Wasit Dr. Fahrizal, M.Pd.

Dalam sambutannya, Pengprov ORADO Kaltim menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh Pengcab atas dukungannya, terkhusus untuk Kutai Timur yang menunjukkan komitmen besar.
”Terima kasih kepada seluruh ketua Pengcab se-Kalimantan Timur atas partisipasinya mengirim calon-calon wasit terbaik. Terkhusus untuk Kabupaten Kutai Timur, kami beri apresiasi yang setinggi-tingginya karena telah mengirim calon wasit terbanyak di seluruh Kalimantan Timur,” ungkap perwakilan Pengprov ORADO Kaltim. Pelatihan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, pedoman kode etik, serta aturan permainan di meja pertandingan di seluruh Kaltim.
Ketua Umum ORADO Kutai Timur, Johar, menyatakan bahwa pengiriman 20 peserta ini merupakan komitmen serius Kutim dalam memperkuat basis kepemimpinan pertandingan dan pembinaan atlet dari tingkat dasar hingga profesional.

”Mudah-mudahan 20 yang kita kirim untuk mengikuti pelatihan wasit nasional di Samarinda, tepatnya di Aula Kodim, mudah-mudahan lulus semuanya untuk menjadi wasit nasional dan ke depannya bisa mengaplikasikan apa yang didapat pada 2 hari ini di Samarinda ini untuk menyebarkan kompetensi referee atau tata aturan pertandingan di seluruh Kabupaten Kutai Timur, khususnya juga di daerah Sangatta sendiri, untuk mencetak atlet-atlet dari junior, senior, pasarnya juga pada sekolah-sekolah SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi,” tutur Johar.
Lebih lanjut, Johar menegaskan bahwa penyiapan SDM wasit ini juga ditujukan untuk menyongsong berbagai agenda besar daerah dan nasional, seperti Porprov, PON, hingga persiapan event berskala besar akhir bulan ini.
”Dan untuk persiapan Porprov dan PON, mudah-mudahan juga wasit nasional ini ada yang terpilih menjadi wasit nasional PON nanti. Dan harapan terbesarnya adalah ada salah satu perwakilan dari Kutai Timur, maupun putra dan putri, untuk bisa lulus nantinya untuk menjadi International Referee,” tambah Johar.
”Selain itu, ini juga untuk persiapan tanggal 27 September nanti dalam menyambut dan menyukseskan Piala Panglima dalam rangka HUT TNI yang ke-81. Piala Panglima open tournament ini digelar dalam rangka pemecahan rekor MURI nasional,” pungkasnya.(kW)

