Kutai TimurPemerintahan

Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Desa, Grup PHI Raih Penghargaan CSR & PDB Award 2026

230
×

Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Desa, Grup PHI Raih Penghargaan CSR & PDB Award 2026

Share this article

​Jakarta – Grup PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) berhasil meraih penghargaan pada ajang CSR & PDB (Pengembangan Desa Berkelanjutan) Award 2026. Penghargaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) Republik Indonesia bersama Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF) ini diterima oleh anak perusahaan PHI, yakni PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), serta afiliasi PHI, yakni PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field dan PEP Sangatta Field, pada 28 September 2026 di Operational Room Gedung Utama Kementerian Desa dan PDT.

​Dalam ajang ini, Sutiarso, Direktur BUMDes Trans Makmur Jaya, meraih penghargaan Excellent (predikat tertinggi) untuk kategori perorangan. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilannya sebagai local hero dalam menggerakkan BUMDes, memperkuat kapasitas masyarakat, serta mendorong kemandirian ekonomi Desa Bukit Raya, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Penghargaan yang diterima merepresentasikan peran kepemimpinan lokal dalam menggerakkan masyarakat, memperkuat kelembagaan desa, serta membangun usaha yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

​Keberhasilan Sutiarso tidak lepas dari kolaborasi antara PHSS, pemerintah desa, dan BUMDes Trans Makmur Jaya (yang sebelumnya bernama BUMDes Bukit Raya), yang membawa perkembangan usaha secara signifikan. Total aset BUMDes yang awalnya di bawah Rp100 juta, kini tercatat mencapai ratusan juta rupiah serta telah berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp5 juta hingga Rp19 juta pada periode tahun 2023 hingga 2025.

Dalam proses tersebut, Sutiarso turut mendorong penataan administrasi dan keuangan, inventarisasi aset, pengembangan unit usaha, serta penguatan kemitraan dengan berbagai pihak.

​Sutiarso menyampaikan kegembiraan dan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam perjalanan pengembangan BUMDes Trans Makmur Jaya. Kini, BUMDes tersebut telah mengembangkan sembilan unit usaha, mulai dari sarana produksi pertanian, penyaluran pupuk bersubsidi, penyewaan alat dan mesin pertanian, peternakan ayam petelur dan sapi, jasa transaksi perbankan, pangkalan LPG 3 kg, pengadaan barang dan jasa, hingga pengolahan pupuk kompos.

​Ia secara khusus menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada PHSS yang telah membina, mendampingi, serta memfasilitasi kegiatan unit-unit BUMDes maupun unit usaha yang ada hingga menjadi juara dengan kualifikasi Excellent. “Terima kasih juga atas fasilitasi dalam penjemputan juara ini di Kementerian Desa dan Transmigrasi di Jakarta serta pendampingan yang luar biasa dari PHSS,” ujar Sutiarso.

​Head of Comrel & CID Zona 9, Dharma Saputra, menyampaikan keyakinan perusahaan bahwa keberhasilan program pemberdayaan masyarakat ditentukan oleh kolaborasi yang efektif antara perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan manfaat bersama. “Kami berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjalankan program-program CSR yang inovatif dan mampu menciptakan nilai manfaat yang dapat dinikmati bersama (creating shared value), termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat, UMKM, dan BUMDes dalam perencanaan maupun pelaksanaannya di wilayah operasi perusahaan,” ujarnya.

​Selain penghargaan yang diraih Sutiarso, Program Kuas Jirak yang dikelola oleh PEP Tanjung Field dan Program ECO-STEP yang dijalankan oleh PEP Sangatta Field turut meraih penghargaan Silver. Penghargaan yang diterima oleh kedua program CSR/PPM tersebut menjadi wujud keberhasilan dalam menghadirkan program pemberdayaan yang berorientasi pada penguatan kapasitas dan kemandirian masyarakat, khususnya untuk perempuan.

​”Kedua program telah memberikan peningkatan kesejahteraan pada kelompok ibu-ibu dan wanita tani yang sebelumnya tidak memiliki pendapatan dan mata pencaharian,” jelas Dharma.

Menurutnya, melalui kedua program ini, kelompok-kelompok wanita tersebut kini telah mandiri dan mampu mengubah kondisi perekonomian mereka. “Tercatat pada tahun 2022, dua kelompok tersebut belum memiliki pendapatan tetap, namun kini telah memiliki pendapatan tetap di atas UMK Kutai Kartanegara dan Tabalong,” tambahnya.

​Dharma menambahkan bahwa melalui berbagai program pelibatan dan pengembangan masyarakat, perusahaan akan terus mendorong masyarakat di sekitar wilayah operasi untuk menjadi pelaku utama dalam kegiatan ekonomi guna mendukung proses pembangunan. “Kami percaya pengembangan ekonomi masyarakat desa menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam proses pembangunan Indonesia,” pungkasnya.

​Tentang Zona 9 PT Pertamina Hulu Indonesia
Zona 9 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional 3 Kalimantan yang dinakhodai oleh PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI). Entitas perusahaan di Zona 9 merupakan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang bekerja sama dengan SKK Migas dalam menjalankan pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya di Wilayah Kerja Sanga Sanga dan Sangatta di Kalimantan Timur serta Tanjung di Kalimantan Selatan.

​Anak perusahaan dan afiliasi PHI di Zona 9 menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang inovatif di bidang Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, Infrastruktur, dan Tanggap Bencana guna mendukung pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). PHI berkantor pusat di Jakarta. Informasi lebih lanjut tentang PHI tersedia di https://phi.pertamina.com.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *