Berita

Abdul Haris: Kutai Timur Butuh Kolaborasi, Bukan Jalan Sendiri-Sendiri

419
×

Abdul Haris: Kutai Timur Butuh Kolaborasi, Bukan Jalan Sendiri-Sendiri

Share this article

Di kalangan pelaku usaha Kutai Timur, nama Abdul Haris dikenal sebagai sosok yang aktif mendorong kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat. Bagi pria kelahiran Ujung Pandang itu, pembangunan daerah tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan harus menjadi kerja bersama seluruh elemen yang ada.

Pria berdarah Sulawesi Selatan ini merupakan putra dari ayah asal Gowa dan ibu asal Luwuk. Meski memiliki latar belakang sebagai pengusaha, Haris juga aktif menyuarakan pentingnya sinergi dalam pembangunan daerah melalui berbagai forum dan organisasi yang diikutinya, termasuk Dewan Presidium Kutim Hebat.

Menurut Haris, kondisi ekonomi global dan nasional yang saat ini penuh tantangan menuntut semua pihak untuk berpikir lebih kreatif dalam mencari solusi pembangunan.

“Kita yang berdomisili di Kutai Timur harus berpikir out of the box, bertindak out of the box, dan bekerjanya pun harus dengan semangat gotong royong. Kalau ingin daerah ini maju, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Salah satu gagasan yang terus ia dorong adalah penguatan koordinasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR perusahaan yang beroperasi di Kutai Timur. Menurutnya, seluruh perusahaan memiliki tanggung jawab untuk ikut berkontribusi terhadap pembangunan daerah sesuai kapasitas masing-masing.

“Semua perusahaan harus duduk bersama. Program TJSL harus berbasis data dan kebutuhan daerah sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Haris menilai pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mengoordinasikan berbagai program sosial perusahaan agar pelaksanaannya lebih terarah dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Baginya, pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang mampu menyatukan kepentingan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam satu tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan warga Kutai Timur.

Selain aktif dalam dunia organisasi, Haris juga dikenal sebagai pengusaha yang terus mendorong lahirnya generasi entrepreneur baru di Kutai Timur. Ia menegaskan bahwa siapa pun memiliki kesempatan untuk berkembang selama memiliki kemauan dan semangat berusaha.

“Syaratnya sederhana, punya jiwa entrepreneur. Kalau ada kemauan untuk berkembang dan membangun daerah, pintu selalu terbuka,” ungkapnya.

Dalam pandangan Haris, masa depan Kutai Timur tidak hanya bergantung pada sumber daya alam yang dimiliki, tetapi juga pada kemampuan masyarakatnya untuk membangun kolaborasi dan menciptakan peluang baru.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah orang-orang yang punya integritas, idealisme, dan kemampuan membangun sinergi. Kalau itu ada, saya optimistis Kutai Timur bisa berkembang lebih baik lagi,” tutupnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *