Berita

Buka Pembekalan KKN XXII STIPER, Ardiansyah Minta Mahasiswa Jadi Solusi Bagi Petani Modern Kaubun

409
×

Buka Pembekalan KKN XXII STIPER, Ardiansyah Minta Mahasiswa Jadi Solusi Bagi Petani Modern Kaubun

Share this article

​SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, secara resmi membuka Pembekalan (Santiaji) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XXII Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Kutim Tahun 2026 yang berlangsung di Aula STIPER Kutim, Selasa (21/7/2026) pagi.

​Mengusung tema “Optimalisasi Potensi Desa Kecamatan Kaubun dalam Mendukung dan Mewujudkan Kutai Timur Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing”, Bupati menekankan bahwa keberadaan mahasiswa di lokasi pengabdian harus membawa dampak konkret, bukan sekadar menggugurkan kewajiban akademik.

​Dalam arahannya, Ardiansyah mengingatkan bahwa para mahasiswa akan turun langsung mendampingi masyarakat Kaubun yang mayoritas bertransformasi menjadi petani modern. Oleh karena itu, KKN sebagai wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi diharapkan mampu menjembatani program pemerintah dengan menghadirkan solusi serta perubahan positif atas berbagai kendala di lapangan.

​Lebih lanjut, Ardiansyah menjelaskan bahwa formulasi arah pembangunan Kutim saat ini berlandaskan kajian akademis bersama para pakar dari STIPER, Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Mulawarman (Unmul). Tiga pilar utama pembangunan daerah—yaitu Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing—sangat relevan dengan peran mahasiswa selama mengabdi di desa.

​Pilar Tangguh mengacu pada pengoptimalan ketahanan geografis dan potensi kekayaan alam Kutim (Magicland), baik dari sektor maritim maupun pertambangan, secara bijak. Sementara pilar Mandiri menjadi kunci dalam membangun ekonomi desa berbasis potensi lokal untuk menghadapi tantangan dinamika efisiensi Transfer ke Daerah (TKD). Adapun pilar Berdaya Saing diwujudkan melalui penyiapan SDM unggul agar generasi muda lokal siap menghadapi era pertanian modern.

​Ardiansyah menilai pemilihan Kecamatan Kaubun sebagai lokasi KKN sangat tepat dan strategis. Sebagai kawasan eks-transmigrasi, Kaubun memiliki rekam jejak komoditas unggulan yang kuat, mulai dari produk pisang ekspor di Desa Kadungan Jaya, sentra padi, hingga potensi perikanan udang di sekitar Jembatan Nibung.

​Ia meyakini kolaborasi interdisipliner mahasiswa mampu melahirkan terobosan ekonomi baru bagi warga desa, meneladani keberhasilan KKN era 1990-an yang sukses memberdayakan ekonomi warga lewat inovasi olahan lokal.

Apalagi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, ketahanan pangan menjadi prioritas nasional, sehingga STIPER diharapkan mampu mengambil peran sentral dalam mengawal program strategis tersebut.

​Sebelumnya, Ketua Panitia KKN Angkatan XXII STIPER Kutim, Rudiyanto, melaporkan bahwa agenda pengabdian masyarakat ini dijadwalkan berlangsung selama 45 hari, terhitung sejak 28 Juli hingga 10 September 2026. Sebanyak 53 peserta yang terdiri dari 27 laki-laki dan 26 perempuan serta telah menempuh minimal 100 SKS akan diterjunkan secara mandiri ke 6 desa di Kecamatan Kaubun, yakni Desa Bukit Permata, Bumi Rapak, Cipta Graha, Kadungan Jaya, Mata Air, dan Pengadan Baru.

​Seluruh peserta merupakan gabungan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, meliputi Program Studi Agroteknologi, Teknik Pertanian, Kehutanan, Peternakan, Ilmu Kelautan (Konsentrasi Budidaya Perairan), dan Konsentrasi Agribisnis.

​Menutup kegiatan, Ketua STIPER Kutim, Ismail Fahmy Almadi, berpesan agar para mahasiswa senantiasa menjaga etika, kebersamaan, dan silaturahmi dengan warga setempat. Ia optimistis kehadiran kader tani muda dari STIPER di setiap desa mampu memetakan persoalan sekaligus memberikan pemecahan masalah (problem solving) bagi kemajuan sektor pertanian daerah.(Ns)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *