Kutai TimurPemerintahan

Dikebut Dua Bulan, BRIDA Fasilitasi Disdikbud Susun Buku Sejarah Kutim

249
×

Dikebut Dua Bulan, BRIDA Fasilitasi Disdikbud Susun Buku Sejarah Kutim

Share this article

SANGATTA – Penyusunan buku sejarah lokal Kutai Timur ditargetkan rampung dalam waktu dua bulan. Dalam prosesnya, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kutai Timur memfasilitasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim dalam penggalian serta penyusunan kajian sejarah daerah.

Sekretaris BRIDA Kutim M. Apandi mewakili Kepala BRIDA Kutim Yuliansyah mengatakan, proses kajian dilakukan dengan menghimpun berbagai sumber, baik literasi yang telah tersedia maupun data primer yang diperoleh langsung dari lapangan.

“Semua literasi yang sudah ada itu akan kita rujuk. Artinya, ada juga informasi bahwa ada literasi yang sudah disusun oleh Kerajaan Belanda dan itu bahkan sejak tahun 60-70-an,” ujar Apandi.

Literatur lama tersebut akan digunakan sebagai bahan pembanding untuk mensinkronkan informasi yang diperoleh dari pelaku sejarah dan masyarakat. Dengan demikian, penyusunan buku tidak hanya bertumpu pada satu versi atau satu sumber sejarah.

Menurut Apandi, perbedaan informasi menjadi salah satu dinamika dalam proses penggalian sejarah lokal. Data sekunder yang telah tersedia akan dijadikan rujukan ketika tim mengambil data primer di lapangan.

“Data sekunder yang ada itu akan kami jadikan rujukan pada saat kami mengambil data primer di lapangan,” jelasnya.

Ia menyebut, secara aturan kajian atau riset semacam ini dapat dilakukan maksimal tiga bulan. Namun, karena keterbatasan waktu dan kondisi anggaran, proses penyusunan kali ini dikerjakan selama dua bulan.

Apandi berharap hasil kajian tersebut setidaknya menjadi “beranda awal” bagi penulisan sejarah Kutai Timur yang lebih luas. Sebab, tiga buku yang tengah disusun bukan dimaksudkan sebagai akhir dari proses pendokumentasian sejarah daerah.

BRIDA melalui fasilitasi tersebut diharapkan dapat membantu Disdikbud Kutim membangun dasar kajian untuk penulisan sejarah yang berkelanjutan. Disdikbud juga disebut telah memberikan komitmen agar penyusunan buku sejarah terus dilanjutkan pada tahap berikutnya.

Cakupan sejarah ke depan diharapkan semakin luas, termasuk mengangkat sejarah berbagai suku serta perkembangan agama yang masuk dan berkembang di Kutai Timur.

“Bukan hanya tiga buku itu, mungkin hampir seluruh sejarah Kutai Timur, baik itu dari kesukuan maupun agama yang masuk di Kutai Timur akan kita tuangkan dalam buku sejarah,” pungkasnya.(ADV/Diskominfo Kutim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *