Kutai Timur

Diskop UKM Kutim Studi Tiru ke Yogyakarta, Fokus Pelayanan Koperasi dan Pengembangan UMKM

377
×

Diskop UKM Kutim Studi Tiru ke Yogyakarta, Fokus Pelayanan Koperasi dan Pengembangan UMKM

Share this article

YOGYAKARTA – Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melaksanakan studi tiru ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 6 hingga 9 November 2024. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemberdayaan koperasi dan pengembangan UMKM di Kutim dengan mempelajari program unggulan DIY, khususnya Klinik Koperasi, yang dianggap berhasil meningkatkan efisiensi dan kualitas koperasi di daerah tersebut.

Dipimpin langsung oleh Kepala Diskop UKM Kutim, Teguh Budi Santoso, rombongan diterima oleh Kepala Bidang Koperasi dan UKM DIY, Tatik Ratnawati, dan Fungsional Pengawas Koperasi Muda, Purnama Setiawan. Dalam pertemuan awal, kedua belah pihak membahas inovasi pengelolaan koperasi berbasis sistem yang telah diterapkan di DIY. “Klinik Koperasi ini menarik perhatian kami, karena terbukti mampu mendorong koperasi menjadi lebih profesional dan adaptif. Kami ingin menerapkan konsep serupa di Kutai Timur,” ungkap Teguh.

Selain fokus pada pengelolaan koperasi, studi tiru ini juga menjajaki strategi DIY dalam mendorong UMKM lebih responsif terhadap tantangan pasar. Diskop UKM Kutim berharap dapat mengadopsi pendekatan ini untuk membantu pelaku usaha di wilayah mereka lebih kompetitif di tingkat regional maupun nasional.

Selama empat hari kunjungan, rombongan Diskop UKM Kutim dijadwalkan mengunjungi sejumlah UMKM di DIY untuk mempelajari inovasi produk, strategi pemasaran, hingga pembinaan pelaku usaha. Teguh menegaskan, DIY dipilih sebagai tujuan studi tiru karena keberhasilannya membina lebih dari 1.700 koperasi aktif dan mengelola UMKM secara terintegrasi. “Kekuatan DIY dalam membangun koperasi dan UMKM menjadi inspirasi besar bagi kami untuk meningkatkan sektor ini di Kutai Timur,” katanya.

Salah satu program DIY yang menarik perhatian Diskop UKM Kutim adalah UMKM Premium, yang berfokus pada produk-produk berkualitas tinggi untuk pasar nasional dan internasional. Teguh berharap konsep ini dapat diterapkan di Kutim guna meningkatkan daya saing produk lokal. “Kami ingin mendorong pelaku UMKM di Kutai Timur untuk menghasilkan produk bernilai tambah yang dapat menembus pasar yang lebih luas,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Bidang Koperasi dan UKM DIY, Setyo Hastuti, memaparkan inovasi berbasis digitalisasi melalui aplikasi Si Bakul Yogya (Sistem Informasi Pembinaan Koperasi dan Pelaku Usaha). Aplikasi ini memungkinkan pembinaan koperasi dan UMKM dilakukan secara sistematis, mempermudah pemantauan serta pemberian layanan. “Digitalisasi menjadi kunci agar pembinaan dapat berjalan efektif dan mudah diakses oleh pelaku usaha,” ujar Setyo.

Dengan mempelajari praktik-praktik terbaik di DIY, Diskop UKM Kutim berharap dapat membawa perubahan signifikan bagi pengelolaan koperasi dan pengembangan UMKM di daerahnya. “Kami ingin mengimplementasikan berbagai hal yang kami pelajari di sini untuk memperkuat pelayanan dan memberikan manfaat yang nyata bagi pelaku usaha di Kutim,” pungkas Teguh. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *