Berita

E-Sport Jadi Wajah Baru Kreativitas Anak Muda Kutim, Pemerintah Dorong Lahirnya Atlet Digital Berprestasi

431
×

E-Sport Jadi Wajah Baru Kreativitas Anak Muda Kutim, Pemerintah Dorong Lahirnya Atlet Digital Berprestasi

Share this article

SANGATTA— Suasana Gedung Bela Diri Kudungga Sangatta pada Kamis (6/11/2025) malam berubah menjadi lautan sorak sorai. Ratusan penonton menyaksikan pertarungan sengit antara dua tim terbaik Kutai Timur (Kutim) dalam final Mobile Legends Bang Bang (MLBB) — cabang paling bergengsi dalam E-Sport Championship Kutim 2025.

Namun di balik kemenangan gemilang Tim Redemption atas Tim Zeus dengan skor 2-0, ada cerita yang jauh lebih besar: kebangkitan dunia e-sport lokal dan semakin seriusnya perhatian pemerintah daerah terhadap potensi ekonomi digital yang digerakkan oleh generasi muda.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, yang membuka langsung kejuaraan tersebut, menegaskan bahwa e-sport kini telah menjadi wadah baru bagi pembinaan karakter anak muda — bukan hanya tempat bermain, tetapi arena belajar strategi, kerja sama tim, hingga pengendalian emosi di tengah tekanan kompetitif.

“E-sport bukan hanya soal menang atau kalah. Ini tentang kedisiplinan, sportivitas, dan kemampuan berpikir taktis. Pemerintah melihat e-sport sebagai ruang tumbuh bagi generasi kreatif di Kutai Timur,” ujar Ardiansyah dalam sambutannya.

Turnamen ini, lanjutnya, diharapkan menjadi pintu masuk pembinaan atlet digital Kutim agar bisa menembus panggung nasional bahkan internasional.

Bagi Tim Redemption, kemenangan di partai puncak menjadi simbol perjuangan komunitas e-sport Kutim yang semakin matang. Mereka hanya butuh dua pertandingan tanpa balas untuk menaklukkan lawannya, sekaligus membawa pulang hadiah utama Rp 8 juta dari total prize pool senilai Rp 73 juta.

Salah satu pemain Redemption, yang akrab disapa Rizky, mengaku kemenangan itu hasil latihan berbulan-bulan.

“Kami tidak asal main. Kami punya strategi dan latihan rutin setiap minggu. Semoga ini bisa memotivasi tim-tim lain di Kutim untuk lebih serius di e-sport,” ujarnya usai pertandingan.

Tahun ini, E-Sport Championship Kutim 2025 tercatat sebagai turnamen e-sport terbesar yang pernah digelar di daerah tersebut. Kompetisi ini mempertandingkan lima cabang gim populer — Mobile Legends, Free Fire, PUBG Mobile, E-Football Mobile, dan E-Football Console.

Selain hadiah besar, turnamen ini juga menawarkan ruang kompetisi yang profesional. Panitia menghadirkan sistem pertandingan standar nasional, komentator lokal, serta siaran langsung daring untuk menjangkau penonton lebih luas.

“Dulu anak-anak muda kita main di warnet tanpa arah, sekarang mereka punya wadah resmi, punya target, bahkan bisa berkarier,” kata salah satu panitia, Andi Saputra, yang juga aktif dalam komunitas E-Sport Kutim.

Langkah Pemkab Kutim memberi dukungan penuh terhadap kejuaraan ini bukan tanpa alasan. Menurut Ardiansyah, e-sport memiliki potensi besar dalam mendorong ekonomi kreatif daerah, terutama di kalangan generasi muda yang tumbuh di era digital.

“E-sport bukan sekadar hiburan, ini adalah industri. Ada peluang besar bagi desainer, komentator, hingga penyelenggara event lokal. Kutim bisa menjadi pusat kegiatan digital yang positif,” jelas Bupati.

Pemerintah daerah juga berencana mengintegrasikan pembinaan e-sport ke dalam program kepemudaan dan olahraga nontradisional. Harapannya, Kutai Timur dapat mencetak atlet digital yang mampu bersaing di tingkat provinsi dan nasional.

Antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa e-sport bukan lagi fenomena pinggiran. Ratusan penonton hadir langsung, sementara ribuan lainnya menyaksikan siaran pertandingan melalui kanal daring komunitas e-sport Kutim.

Sorak sorai penonton setiap kali tim favorit mencetak kemenangan menunjukkan bahwa e-sport telah menjadi bagian dari budaya baru generasi muda Kutim — sebuah ruang yang memadukan hiburan, kompetisi, dan kreativitas.

“Dulu kami dianggap cuma buang waktu main game. Sekarang pemerintah sudah lihat ini bisa jadi karier,” ujar salah satu penonton, Fadil (19), pelajar asal Sangatta Selatan.

Dengan dukungan pemerintah, komunitas, dan sponsor lokal, turnamen tahun ini bukan sekadar kompetisi, tapi simbol perubahan pandangan terhadap dunia gim di Kutai Timur. Dari sekadar hobi, kini e-sport diakui sebagai wadah prestasi dan peluang ekonomi baru bagi generasi digital.

“E-sport adalah masa depan. Kutim tidak boleh tertinggal,” pungkas Bupati Ardiansyah Sulaiman.(Adv/Hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *