Berita

GAPKI Kutim Siagakan Perusahaan Hadapi Karhutla, Edukasi Lingkungan Terus Digencarkan

229
×

GAPKI Kutim Siagakan Perusahaan Hadapi Karhutla, Edukasi Lingkungan Terus Digencarkan

Share this article
Wakil Ketua GAPKI Provinsi Kaltim Bambang Suhermas dan Ketua Agrobisnis Club Kutim Taswir Awi

SANGATTA – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Komisariat Kutai Timur (Kutim) terus mendorong peran perusahaan dalam menjaga lingkungan, termasuk melalui upaya pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Tak hanya memberikan edukasi tentang industri sawit, perusahaan yang tergabung dalam GAPKI juga didorong memiliki personel serta sarana dan prasarana yang memadai untuk membantu penanganan kebakaran di sekitar wilayah operasional.

Ketua Komisariat GAPKI Kutim, Karisma, mengatakan kesiapan tersebut menjadi bagian penting dari tanggung jawab perusahaan, terutama ketika kebakaran berpotensi mengancam kawasan perkebunan maupun permukiman masyarakat di sekitarnya.

“Untuk penanganan karhutla, kami memastikan teman-teman anggota GAPKI memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Jadi, ketika terjadi karhutla di sekitar wilayah operasional, perusahaan bisa membantu masyarakat sekaligus mengamankan wilayah terdekat dari ancaman kebakaran,” ujar Karisma.

Hal itu disampaikannya saat ditemui seusai malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Timur di Ruang Akasia, Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Sabtu (24/10/2026).

Menurut Karisma, kesiapsiagaan perusahaan dilakukan dengan menyiapkan personel, peralatan pemadam, serta berbagai kebutuhan pendukung penanganan kebakaran. Upaya pencegahan juga terus dilakukan untuk menekan risiko karhutla sejak dini.

Hingga saat ini, kondisi karhutla di wilayah operasional perusahaan anggota GAPKI Cabang Kalimantan Timur dilaporkan masih terkendali. Kondisi tersebut didukung oleh langkah pencegahan dan pengendalian yang dijalankan masing-masing perusahaan.

Selain kesiapan internal, koordinasi dengan pemerintah, petugas terkait, dan masyarakat juga diperlukan agar penanganan di lapangan dapat berjalan lebih efektif. Dengan kerja sama tersebut, potensi kebakaran diharapkan bisa diantisipasi sebelum meluas.

Komitmen menjaga lingkungan itu turut ditunjukkan GAPKI Kutim dalam rangkaian Kutim Expo 2026. Pada kegiatan tersebut, GAPKI membagikan 1.000 liter minyak goreng gratis kepada masyarakat sekaligus mengenalkan beragam produk turunan kelapa sawit kepada pengunjung.

Stan GAPKI juga dimanfaatkan sebagai ruang edukasi bagi masyarakat, termasuk generasi muda, untuk mengenal pemanfaatan kelapa sawit dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Bagi GAPKI Kutim, keberlanjutan industri sawit tidak hanya berkaitan dengan kegiatan usaha, tetapi juga tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar perkebunan.

Melalui edukasi publik, langkah pencegahan, serta kesiapan menghadapi karhutla, GAPKI berharap perusahaan dan masyarakat dapat terus bersinergi menjaga lingkungan sekaligus mendukung kegiatan industri sawit yang bertanggung jawab.(Hb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *